Tim TPAKD Lakukan Pendampingan Literasi Keuangan Bagi Kelompok Petani Bunga di Kawasan Nglurah, Tawangmangu

Karanganyar – Tim TPAKD Kabupaten Karanganyar lakukan pendampingan Literasi Keuangan bagi Kelompok Petani Bunga di Kawasan Kampung Wisata Sewu Kembang, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu. Hal ini merupakan program kerja TPAKD serta pengembangan UKM Kabupaten Karanganyar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Guyub Rukun, Kawasan Wisata Sewu Kembang, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (24/05).

Kepala OJK Surakarta, Eko Yunianto, hadir langsung memberikan pengarahan kepada para pegiat UKM. Dirinya menyampaikan betapa pentingnya mengatur arus keuangan dalam menjalankan bisnis. Selain itu, Eko juga menyebutkan pentingnya melihat status lembaga peminjaman modal. Jangan sampai para pegiat UKM ini terjerat pinjaman ilegal. Salah satu tips yang diberikan oleh Eko Yunianto adalah, para pegiat UKM harus memastikan bahwa lembaga peminjaman dibawah pengawasan OJK atau tidak. Jika tidak beerada di bawah OJK, lebih baik untuk menghindari pinjaman tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Sri Asih Handayani, S.E, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan, dengan diharapkan pegiat UKM ini akan lebih mengerti pentingnya literasi keuangan disaat ini. Salah satu tujuannya adalah agar para petani bunga bisa memasarkan produknya melalui e-commerce yang sedang trend di kalangan masyarakat. Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa pembayaran secara non-tunai atau cashless juga harus dibiasakan bagi para petani bunga, terlebih Kawasan Sewu Kembang merupakan kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit pelancong. Penggunaan QRIS sebagai alat bayar menjadi salah satu hal yang harus diketahui dan diterapkan oleh para pegiat UKM.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Karanganyar, Drs. Titis Sri Jawoto, dalam hal ini mewakili Bupati Karanganyar menyampaikan kepada para pegiat UKM agar lebih bersemangat lagi dalam menjalankan usahanya. Hal ini dikarenakan posisi Tawangmangu yang sangat strategis, sehingga mampu membuka peluang usaha sebesar-besarnya.

Demikian Diskominfo. (tgr/adt)