
KARANGANYAR –Setidaknya ada tiga pilar yang harus ada jika ingin smart city terwujud dengan baik. Pilar struktur meliputi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), kemampuan birokrasi dan kemampuan anggaran. Kemudian Pilar infrastuktur yang terdiri dari jaringan fisik, jariangan internet dan sosial. Selanjutnya pilar ketiga adalah Suprastuktur yang meliputi kesiapan kebijakan, kelembagaan dan pelaksanaan. Hal itu ditegaskan oleh Staf ahli dari Kementerian komunikasi dan Informatika, Andrari Grahitandaru dalam Bimtek penyusunan masterplan Smart City di Hotel Jawa Dwipa, Karangpandan, Rabu (01/09).
“Mustahil tanpa kesiapan SDM dan birokrasi serta didukung anggaran, Smart City dapat terwuju dengan baik. Harus ada niat kuat dari pemangku kebiajakan untuk membuat daerahnya menjadi smart city,” ujar Andrari.
Tim ahli yang menggeluti smart city atau kota cerdas 30 tahun tersebut menambahkan smart city ada 80 indikator yang harus dipenuhi. Namun perincian indikator akan dibahas lebih lanjut. Dalam smart city elemen pendukungnya adalah smart goverment, smart branding, smart ekonomi, smart siociety, smart enviroment. Lebih rinci, smart city adalah elemen pendukungnya adalah kebijakan, birokrasi dan pelayanan. Kemudian Smart branding itu adalah wisata, bisnis dan wajah kota. “Branding menjadi penting karena ikon sebuah daerah. Karanganyar yang menonjol wisatanya apa, atau bisnis UMKM seperti ada atau wajah kotanya seperti apa. Harus jelas, sehingga orang dari luar daerah bisa tahu,” ujarnya.
Kemudian smart ekonomi, menurut Andrari sudahkan transaksi ini non tunai. Bagaimana upaya perbankan dalam menjembatani transaksi keuangan. Saat ini, eranya sudah memakai bercode atau non tunai. Selanjutnya, Smart Society dilihat bagaiman lembaga pendidiknnya, aktivitas sosia. warganya. Termasuk, bagaimana dengan angka kejahatannya. Terakhir smart enviroment adalah bagaiman lingkungan sekitar mendukung smart city. “Bagaiman ruang sosial atau ruang dimana masyarakat berkumpul itu bagaimana kondisinya. Sudahkah tersedia jaringan internet yang memadai,” ungkapnya. (hr/adt)
