
KARANGANYAR – Ternyata sebagian masyarakat umum masih lebih percaya informasi di media sosial yang serba cepat, meski belum tentu kebenarannya. Hal tersebut terungkap ketika sarasehan Diskominfo Karanganyar bersama para pegiat medsos dan komunitas radio penyiaran, yang diselenggarakan di Agro Wisata Kembang Desa, Matesih hari ini (4/2). Bahkan aduan – aduan layanan publik Pemerintah pun msyarakat cenderung lari ke media sosial.
Admin medsos Info Warga Karanganyar (IWAKA), Samudra, menyampaikan masyarakat mempercayakan aduan – aduan ke media sosial, semisal jalan rusak dan lain – lain cenderung dengan bertanyanya ke Grup media sosial, jarang ke Dinas yang membidangi. Contoh lain seperti bantuan – bantuan seperti RTLH bila tidak dapat maka curhatnya di media sosial. Misal kerepotan mengurus BPJS, ceritanya ke media sosial.

Senada, penyiar LPPL Radio Swiba, Dede,menyampaikan selain lebih percaya ke medsos, masyarakat lebih suka dengan berita – berita yang destruktif. Penulis berita membuat judul yang heboh, terlebih dengan literasi digital masyarakat masih rendah sehingga kebanyakan hanya membaca judul tanpa membaca esensi isi dari berita.
Koordinator Relawan Anti Hoak Karanganyar (RAHKA), Hartono, dalam tanya jawab pada kegiatan tersebut menambahkan terkadang ketika pegiat medsos meminta konfirmasi informasi ke Dinas tertentu,kurang mendapat tanggapan yang memadai, kemungkinan masih ada kekhawatiran Dinas untuk memberikan informasi sehingga tim nya harus menggali informasi dari sumber lain.
Sementara itu, koordinator kegiatan Seksi Pelayanan Informasi Publik (PIP) Diskominfo Karanganyar, Sopiyatun, mengatakan sebetulnya seluruh informasi program kegiatan di Kabupaten Karanganyar telah terpusat di Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID), seluruh OPD sudah diwajibkan untuk mempublikasikan informasi apapun yang tergolong terbuka kepada publik. Namun kewajiban publikasi informasi ini memang masih diprioritaskan melalui media website. Sementara sekarang ini masyarakat lebih cenderung mengakses informasi melalui medsos. Untuk itu Diskominfo mendorong Perangkat Daerah untuk mulai aktif di media sosial.
“Informasi di Medsos sedang kita giatkan agar informasi tidak hanya di website tapi juga diposting di medsos”, tambahnya.
Kepala Diskominfo Karanganyar, Sujarno, dalam acara tersebut mengajak seluruh pegiat medsos dan komunitas radio untuk bersama – sama bersinergi memerangi hoax yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, warganet di media sosial memang menuntut kecepatan informasi, meski birokrasi sedikit menghambat,namun hal itu dilakukan dapam rangka mengedepankan keakuratan informasi yang akan beredar.
Kegiatan sarasehan dengan tema “Waspada Hoax dengan Literasi Digital” tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh pegiat medsos dan komunitas radio penyiaran se-Karanganyar. (Oki)
FOTO GALERI
