Temu Pikir Remaja, Peran Serta Remaja dalam Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatomono, M.M., memberikan sambutan sekaligus membuka acara Temu Pikir Remaja dalam Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024, di SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar, Selasa (31/5) pagi.

KARANGANYAR – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Temu Pikir Remaja dengan mengusung tema Peran Serta Remaja dalam Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Aula SMK 3 Muhammadiyah Karanganyar, Selasa (31/5) pagi.

Laporan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Karanganyar, Bambang Sutarmanto selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan kegiatan temu pikir remaja ini bertujuan mempersiapkan para wajah khususnya remaja atau pelajar sebagai pemilih pemula yang aktif dalam pemilihan umum serentak 2024 mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Karanganyar, KPU Karanganyar serta diikuti para Mahasiswa dari Universitas Surakarta (UNSA), Akademi Peternakan Karanganyar (APEKA), STIKES 17 Karanganyar, Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar, dan pelajar SMK 3 Muhammadiyah Karanganyar.

Sementara itu pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan arahannya bahwa siapapun warga Indonesia pada Tahun 2024 sudah menginjak usia 17 tahun bisa menggunakan hak pilihnya untuk menentukan masa depan Indonesia.

“Atas nama Pemerintah Karanganyar kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga bermanfaat bagi semua pihak,” tutur Bupati.

Menurutnya giat temu pikir ini merupakan alat yang dipakai untuk mengembangkan pola pikir. Alat pikir utama yang digunakan yakni otak. Maka otak kita benar-benar dijaga oleh Tuhan dengan tempurung kepala agar terlindung dari benturan sehingga tidak menganggu kerja otak.

“Oleh karenanya, saya berharap anak-anakku semua, kita ini ber-Tuhan. Tidak ada yang tidak punya Tuhan. Soal agama dan keyakinan itu adalah pilihan. Karena otak ini membenarkan keyakinan. Keyakinan ini adalah hatinya,” terangnya.

Dikatakan Bupati, terkadang otak dan hati kita ini seringkali berbeda karena itu filter terakhir adalah hati. Sederhana, semua makhluk manusia itu berasal dari Nabi Adam, Nabi Adam diciptakan Tuhan dari tanah dan Tuhan menciptakan semesta ini.

Untuk itu pihaknya berharap kepada para Pelajar dan Mahasiswa untuk terus belajar, berprasangka yang baik dengan siapapun. Selagi masih muda harus optimis, tidak boleh membawa pikiran-pikiran yang tidak baik. Karna Indonesia berada di tangan generasi muda saat ini. Jadilah orang yg otaknya merdeka.

“Mudah mudahan Pemilu besok adalah Pemilu yang berkualitas dengan tidak menjelekkan ataupun menyinggung siapapun,” pungkas Bupati.
Diskominfo (ind/dani)