
KARANGANYAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Hotel Alana Colomadu Kabupaten Karanganyar yang akan dilaksanakan selama tiga hari yakni Tanggal 6 s/d 8 Oktober 2021. Diharapkan melalui kegiatan ini melahirkan kader-kader pengawas partisipatif berkualitas dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu serentak 2024 mendatang.
Dalam kegiatan itu dihadiri Pejabat dari Bawaslu RI, Bawaslu Jateng, walikota Surakarta, Kepala Kesbangpol Karanganyar dan pejabat lainnya.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih mengatakan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif di Jawa Tengah telah digelar dibeberapa daerah diantaranya Brebes, Banyumas, dan Semarang. Kegiatan ini
merupakan program untuk meningkatkan partisipasi pengawasan dari masyarakat terutama dalam mengawal pelaksanaan Pemilu
2024 mendatang.
“Kualitas demokrasi ditentukan dari partisipasi dan pengawasan masyarakat. Semoga nantinya mereka menjadi motor penggerak dan terlibat aktif dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu,”katanya.
Bupati Karanganyar yang pada kegiatan tersebut diwakili Kepala Kesbangpol, Bambang Sutarmanto dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap program Bawaslu yakni SKPP. Ini merupakan wadah bagi generasi muda terlibat dalam pendidikan politik dan partispasi dalam menjaga pesta demokrasi.
“Ini tempat belajar bersama. Tanpa peran adik-adik semua, pemilu maupun pilkada akan terasa hampa,”ujarnya.
Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dibuka anggota Bawaslu RI, Dr. Ratna Dewi Pettalolo. Dalam sambutannya dikatakan kelancaran Pemilu 2024 menjadi tanggung jawab seluruh elemen tanah air. Pihaknya sendiri berharap SKPP melahirkan bibit partisipatif pengawas berkualitas dan bisa terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.
Amati dan awasi Pemilu maupun Pilkada agar berjalan jujur dan adil. Karena kesuksesan penyelenggaraan Pemilu maupun menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen,”katanya.
Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini diikuti 85 peserta. Pelaksanaan berlangsung selama tiga hari (6-8 Oktober). Masing-masing peserta telah dilakukan swab antigen sebagai pencegahan munculnya klaster covid 19 dari kegiatan ini.
Diskominfo (dn/ind)
