Serap Banyak Tenaga Kerja dan Mampu Produksi APD 6.000 pcs/hari, Bupati Minta PT Natatex Tetap Di Kabupaten Karanganyar

 

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar meninjau perusahaan PT Natatex di Desa Selokaton, Gongdangrejo


KARANGANYAR – Usai meninjau kegiatan vaksinasi di GKJ Selokaton Gondangrejo, Bupati Karanganyar bersama Wakil Bupati Karanganyar memenuhi undangan pemilik PT Natatex untuk berkunjung ke perusahaan yang terletak di timur GKJ Selokaton, Jalan Solo-Purwodadi KM 5, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo.

Pimpinan tertinggi di Kabupaten Karanganyar tersebut diundang agar dapat melihat secara langsung produksi Alat Pelindung Diri (APD), hazmat dan berbagai produk fashion. Direktur Utama PT Natatex menyampaikan bahwa perusahaannya dapat memproduksi baju APD sekitar 6.000 pcs/hari, sehingga perusahaan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.
“Kami sengaja mengundang Bupati dan Wakil Bupati untuk melihat secara langsung produksi baju APD yang sudah menjadi langganan pesanan Kemenkes dan rumah sakit nasional di kota-kota besar. Kami ingin dukungan penuh dari Pemkab. Karanganyar sebab kami juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit untuk perusahaan kami,” ujar Direktur Utama PT Natatex, Nana Ratna, Kamis (16/09).

Nana menyatakan dalam satu bulan perusahaannya bisa menghasilkan sekitar 200.000 pcs APD dan 150.000 produk fashion sehingga dalam satu tahun perusahaan tersebut dapat memproduksi sekitar 1 juta pcs. Kebutuhan produksi yang besar tentu saja menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak. Saat ini ada sekitar 200 orang karyawan, dan ke depan tentu akan lebih besar lagi. “Kami berharap juga ada dukungan pemerintah untuk bisa ekspansi ke luar negeri,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengaku senang dan bangga dengan produksi APD dari Karanganyar. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu bulan bisa menghasilkan poduksi 200.000 pcs APD untuk kesehatan dan baju hazmat. Bupati sekaligus meminta kepada Direktur Utama PT Natatex agar perusahaan tersebut untuk tidak pindah tempat. “Saya minta lokasi perusahaan tidak pindah dari Karanganyar. Jika sudah baik, tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” ungkap Juliyatmono. (hr/adt)