


KARANGANYAR- 29 Mei 2018
Raut wajah Sutarso, warga Dusun Ngrombyong, RT 02 RW 06 Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan kaget bercampur bingung. Bapak dua anak ini bingung lantaran rumahnya kedatangan Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Raharjo Selasa sore (29/5). Kedatangan orang nomor satu di Karanganyar itu untuk buka bersama dengan keluarga Sutarso.
Informasi yang dihimpun, Prijo Anggoro datang ke rumah Sutarso sekitar pukul 17.15. Menjelang 15 menit berbuka tersebut, ucapan salam dilantunkan asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng tersebut “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,” ujar Prijo Anggoro. Langsung salam itu dijawab perempuan berbaju merah dari dalam rumah. “Waala’ikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh,” sambil lari mengampiri Pjs Bupati Karanganyar. Perempuan itu adalah Supriani, isteri Sutarso, pemilik rumah.
Tampak malu dan bingung, isteri Sutarso mempersilahkan masuk. Apalagi, dia habis memberi makan ternak sehingga tidak percaya diri dan terlihat gugup. Sambil mempersilahkan masuk itu, Supriani masih tampak tidak percaya rumahnya didatangi pejabat tinggi. “Wonten nopo pak sowan teng gubuk ku

lo (Ada apa pak bupati datang ke rumah saya, Red),” ujar Supriani. “Aku mau Buka puasa bersama keluargamu, boleh,” ujar Pjs Bupati.
Sempat melongo dan terus menjawab. “Monggo. Rumah saya berantakan,” ungkapnya. Belum sempat dijawa

b, Supriani berlari ke dalam rumah sambil memanggil suami Sutarso dan ibunya, Sugiyem. Kontan, semua tetangga dikabari dan diminta untuk datang ke rumahnya. “Suueeenneeng tenan kulo (gembira sekali, Red). Wong cilik ditekani pak Bupati. Seumur-umur baru kali ini rumah saya didatangi pemimpin Karanganyar,” ungkap Sutarso disela-sela makan nasi rames.
Perlu diketahui, Rumah Sutarso sebagian masih beralaskan tanah. Sofa biru sebagai satu-satunya kursi tamu terlihat ‘bolong-bolong’. Tidak ada meja tamu, hanya meja itu dipergunakan untuk meletakkan televisi ukuran 14 inci. Sugiyem diketahui sakit bagian kaki karena memang usianya sudah lanjut.
“Saya pingin buka puasa disini. Kamu masak apa?” Tanya pjs bupati. “Saya belum masak,” dijawab Supriani. Selanjutnya Pjs Bupati. “Wis ora susah bingung. Aku bawa kolak, nasi rames, peyek dan buah. Hayo makan bareng. Sedulur dan tetangga diajak mrene kabeh” ungkap kental bahasa banyumasan.
Suasana langsung akrab karena kumandang Adzan Magrib telah terdengar. Tidak ada jarak antara Pjs bupati dengan warganya karena semua makan nasi rames. Di sela-sela makan itu, Supriani mengatakan kenapa memilih rumahnya. “Kan banyak tetangga-tetangga saya, atau orang-orang yang rumahnya lebih bagus untuk diajak berbuka bersama. Daripada rumah kami yang kotor dan acak-acakan ini,” imbuh Supriani.
Pjs Bupati lalu menjawab memang tidak ada rencana rumah siapa yang bakal dikunjungi untuk diajak buka puasa bersama. Hanya saja saat berhenti di rumah Sutarso, Pjs Bupati ingin turun dan diajak untuk bukber.
Sutarso diketahui memang pas-pasan. Kerjannya hanya srabutan dan berpenghasilan Rp 50 ribu per hari. Jika tidak ada kerjaan, maka ya tidak mendapatkan penghasilan. “Klau tidak ada kerjaan ya blong,” ungkapnya polos.
Raut muka Sutarso memang sangat senang dan bangga. Tidak ketinggalan, Pjs Bupati akan pamit pulang, semua warga yang datang minta foto selfi. Termasuk Mbok Sugiyem, Ibu Sutarso ikut berfoto. (hr)
