Pendapa Raden Mas Said Jadi Ikon Baru Kabupaten Karanganyar

Karanganyar – Proyek pembangunan Rumah Dinas Bupati Karanganyar yang diawali peletakan batu pertama pada tanggal 24 Juni 2022 pada akhirnya selesai dengan tepat waktu. Rumah Dinas Bupati Karanganyar diresmikan pada Sabtu (21/01) malam. Peresmian ini tidak hanya untuk meresmikan Rumah Dinas Bupati Karanganyar saja, namun diresmikan juga Pendhapa Raden Mas Said dan Gedung PKK Kabupaten Karanganyar. Ketiga bangunan tersebut diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Raja Mangkunegara X, KGPAA Bhre Sudjiwo dan tentunya Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M, M.H.

Pembangunan ada dua tahap. Tahap pertama pembangunan dilaksanakan seluas 44,5 x 21 meter persegi, terdiri dari dua bagian yakni ruang rapat dan tempat tinggal keluarga bupati. Untuk ruang rapat tersebut bernama Ruang Rapat Anthurium yang mana merupakan ruang rapat utama dan berkapasitas 100 orang. Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menuturkan bahwa Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini merupakan salah satu sarana bagi masyarakat dan pemerintah untuk berkonsolidasi dan bermusyawah.

Dalam kesempatannya, Bupati Karanganyar, menyampaikan bahwa bangunan keseluruhan kompleks rumah dinas belum tersentuh pembangunan sekitar 30-an tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan pemugaran supaya lebih representatif. Adapun pendopo yang diberi nama Pendopo Raden Mas Said saat ini dapat menampung sekitar 600-an orang atau jauh lebih banyak dibandingkan dengan bangunan sebelumnya.

Pembangunan tahap kedua adalah pembangunan Gedung PKK seluas 435,98 meter persegi, Bangunan Asrama dan Garasi seluas 452,92 meter persegi, serta bangunan Pendapa Raden Mas Said seluas 1.125 meter persegi. Pendapa Raden Mas Said merupakan bangunan yang akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Karanganyar. Bangunan pendapa ini sarat akan makna dan filosofi. Pendapa ini mengadopsi gaya arsitektur jawa modern. Bangunan Pendapa Raden Mas Said ini berbentuk oval, dengan struktur kolom betpn bertulang sebanyak 24 buah dengan ornamen kuningan dan ukiran Jawa. Menambah kesan modern, pendapa dilengkapi dengan dua unit videotron raksasa, masing-masing dengan ukuran 3,5 x 5,5 meter persegi.

KGPAA Mangkunegara X mengungkapkan, pendopo Raden Mas Said sangat spesial karena menjadi pengingat langkah awal akan sejarah hubungan antara Karanganyar dengan Mangkunegaran. Dahulu Kabupaten Karanganyar merupakan wilayah kadipaten Mangkunegaran, banyak situs peninggalan dan warisan budayanya. Hal ini tergambar dari desain kerangka atap yang berbentuk kuluk atau penutup kepala raja. Desain unik ini merupakan konsep metafora dari lambang Pura Mangkunegaran, dimana diatas lambang tersebut terdapat “Makutho Mangkunegaran” yang merupakan simbol tertinggi pemerintahan Rden Mas Said atau Mangkunegara I. Konsep ini mengingatkan bahwa Kabupaten Karanganyar memiliki hubungan yang erat dengan sejarah Pura Mangkunegaran, karena Kabupaten Karanganyar sendiri didirikan oleh Raden Mas Said atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunagoro I.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo turut mengapresiasi pembangunan Kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar yang baru ini. Dirinya mengatakan, dengan desain baru pendopo dan rumah dinas yang sangat terbuka diharapkan dapat menunjukan keterbukaan kepada masyarakat baik itu untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan sebagai bentuk dari pelayanan. Dalam pesannya, Gubernur Jawa Tengah mengajak para karyawan dan staff Pemkab Karanganyar agar lebih semangat dalam melayani masyarakat.

Sebagai simbol diresmikannya bangunan baru ini, dilaksanakan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Tengah, KGPAA Mangkunegara X dan tentunya Bupati Karanganyar. Kegiatan ditutup dengan penampilan dari Endah Laras dengan membawakan beberapa tembang Jawa diiringi oleh pengrawit yang terdiri dari beberapa petinggi OPD Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskominfo. (tgr/ard/mgd)