
KARANGANYAR– Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karanganyar mengalami peningkatan drastis dalam 5 tahun terakhir. Kurangnya kesadaran dan partisipasi warga dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menjadi faktor naiknya kasus DBD.
Pencanangan Gerakan PSN di daerah Endemis diikuti 60 peserta yang terdiri dari kepala desa dan Lurah, Kamis (25/11) di Hotel Tamansari. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membasmi sarang nyamuk sebagai upaya mencegah DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Purwati dalam sambutannya mengatakan kasus DBD di Karanganyar melonjak drastis dalam waktu lima tahun terakhir. Karenanya pihaknya mengajak stakeholder terkait untuk menggerakkan masyarakat untuk pencegahan DBD.
“Kasus DBD terus naik sejak lima tahun terakhir. Sosialiasi gerakan PSN perlu ditingkatnya untuk menekan kasus DBD,”ujarnya.
Ditambahkannya beberapa kecamatan menjadi endemis DBD serta jumlah warga meninggal akibat terjangkit penyakit yang disebabkan nyamuk itu. Daerah itu yakni Jaten, Gondangrejo,Kebakkramat dan Tasikmadu.
“Ada 50 desa dan kelurahan yang masih tinggi kasus DBD. Karenanya kami berharap desa dan kelurahan aktif menggerakkan warga dalam PSN,”ujarnya.
Sementara Bupati Karanganyar Juliyatmono yang turut hadir di kegiatan itu meminta kepala desa dan lurah di daerah endemis DBD berkoodinasi dan mengajak warga aktif dalam gerakan PSN.
“Selalu jaga kebersihan. Jangan sampai ada genangan air menjadi sarang nyamuk,”pesannya.
Diskominfo (dn/ind)
