Pemkab Karanganyar Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Dusun Gunung Lading dan Jatipuro

KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp30 juta kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Gunung Lading, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso dan Desa Jatipuro, Kecamatan Jatipuro, Selasa (21/1/2026). Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pemulihan pascabencana.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Baznas Kabupaten Karanganyar, BPBD Kabupaten Karanganyar, serta jajaran terkait. Bantuan diterima oleh warga terdampak dan disaksikan unsur Forkopimcam Jatiyoso dan Jatipuro, perangkat desa, serta pihak terkait lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.

Peristiwa tanah longsor di wilayah Dusun Gunung Lading dan Jatipuro menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar. Pemkab Karanganyar melalui perangkat daerah terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, pendataan, serta penyaluran bantuan.

Selain bantuan dana, Pemkab Karanganyar juga terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Sosial, dan aparat setempat guna memastikan kondisi warga terdampak tetap aman serta kebutuhan logistik dapat terpenuhi.

Sebagai langkah mitigasi bencana, BPBD Kabupaten Karanganyar telah memasang Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini di lokasi rawan longsor. Alat ini berfungsi memberikan peringatan kepada masyarakat apabila terdeteksi pergerakan tanah atau kondisi berbahaya melalui bunyi alarm atau sirene.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di tengah kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.