

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bertekad untuk mewujudkan Smart City di Bumi Intapari. Komitmen tersebut diwujudkan dengan diadakannya Bimbingan Teknis Master Plan Smart City Tahap II bertempat di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kamis, (30/09).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. berkesempatan menyampaikan pengarahan kepada para peserta dan tamu undangan yang hadir. “Sekarang ini, pimpinan dan masyarakat seperti sudah tidak ada jarak, contohnya dengan melalui Matur Mas Yuli, masyarakat dapat mengakses dan menyampaikan keluhan atau pertanyaan secara langsung. Apa yang disampaikan saya terima langsung dan dijawab, sehingga ini bentuk pelayanan publik yang cepat, mudah dan akurat,” papar Juliyatmono.
Bupati kebanggaan masyarakat Karanganyar tersebut menambahkan bahwa terkait pelayanan publik bisa dipantau melalui Hpnya. Jika memang ada kebijakan, masyarakat bisa langsung menyampaikan keluhandan menanyakan melalui aplikasi Mas Yuli. “Salah ketik nama pada saat vaksinasi saja, tanya ke saya. Ketika ada program vaksinasi saya ungguh jadwal di medsos, tidak sampai satu jam sudah penuh,” ungkapnya saat berdialog dengan staf ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Andrari Grahitandaru.
Sementara Andrari Grahitandaru mengatakan bahwa dalam Smart City atau kota cerdas terdapat 80 indikator yang harus dipenuhi. Dalam Smart City juga terdapat elemen pendukung yaitu smart government, smart branding, smart ekonomi, smart society, smart enviromment. Lebih rinci, Smart City memiliki elemen pendukung yaitu kebijakan, birokrasi dan pelayanan. Misalnya, smart di bidang pariwisata, di Google Map tempat wisata tersebut harus bisa dicari. “Katakanlah Tawangmangu, harus langsung terhubung dengan Google Map sehingga para wisatawan tidak bingung. Kemudian di aplikasi tersebut dicantumkan nomor telepon yang bisa dihubungi, jam pelayanan, harga tiket, dan lain sebagainya. Hal ini memudahkan wisatawan yang belum mengenal langsung bisa mengerti,” kata Andrari.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Kelola Informatika (TKI), Hartono, mengatakan Bimtek tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta, khususnya tentang promosi wisata di Kabupaten Karanganyar yang berkaitan dengan Teknologi Informasi (TI). “Karanganyar sebagai daerah penyangga wisata Candi Borobudur di Magelang harus mempersiapkan diri menyambut wisatawan yang datang ke Karanganyar khususnya dari promosi melalui teknologi informasi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan Bimtek ini berlangsung selama 2 hari yaitu dari tanggal 29 s.d. 30 September 2021 dan merupakan kelanjutan dari Bimtek sebelumnya yang telah diselenggarakan di Jawa Dwipa beberapa waktu lalu. “Kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Dengan Bimtek berkelanjutan ini diharapkan semua pihak lebih siap dan lebih matang,” imbuhnya. (hr/adt/Fani)
