Pemkab Karanganyar Fasilitasi Vaksinasi Bagi CASN

Kepala Dinas Kesehatan, Purwanti SKM, M.Kes

 

 

 

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memfasilitasi vaksinasi untuk Calon Aparatur Negeri Sipil (CASN) yang akan melakukan tes Seleksi Kompetisi Dasar (SKD). Syaratnya adalah dengan membawa KTP (Warga Karanganyar) dan kartu tes SKD ke tempat vaksinasi yang telah ditunjuk yaitu Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Karanganyar, RS Indosehat, RSIA Dian Pertiwi, dan Klinik Amalia. Terkait vaksinasi untuk CASN ini untuk informasi lebih lengkap dapat membuka di Website Dinkes Karanganyar.
“Vaksinasi untuk CASN ini akan dimulai pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Syaratnya hanya membawa KTP Karanganyar dan kartu tes SKD. Untuk warga di luar Karanganyar, tentu akan difasilitasi daerah masing-masing,” papar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwati usai mengikuti rapat di ruang Garuda Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Karanganyar, Selasa (31/08).
Berkaitan dengan bagaimana CASN penyintas, Purwanti menjelaskan hal itu tentu disampaikan kepada panitia SKD saja. Diperkirakan yang akan mengikuti tes SKD sekitar 2000an peserta dan vaksin yang disediakan menyesuaikan jumlah tersebut. “Kami menyediakan vaksin Moderna dengan jumlah 2000an. Saya kira jumlah tersebut cukup, karena tidak semua ikut vaksin. Tentu saja dari jumlah tersebut sudah ada yang divaksinasi”, tambahnya.
Selain itu, Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah melakukan persiapan guna membahas rencana simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menyusul turunnya status zona penyebaran Covid-19 yang semula Level 4 menjadi Level 3.
Kepala Disdikbud Karanganyar, Tarsa menyampaikan, pihak dinas telah menerima surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait simulasi PTM. “Ada beberapa hal dalam surat edaran tersebut seperti kapan akan dilaksanakan simulasi, apakah semua sekolah atau sebagian, regulasinya, protokol kesehatan. Namun hal ini tentu saja akan dikomunikasikan dulu dengan Pak Bupati,” katanya usai rapat di Setda Kab. Karanganyar, Selasa (31/8/2021).
Dia menuturkan, hingga saat ini belum ada sekolah tingkat dasar yang menggelar uji coba PTM. Sedangkan sekolah tingkat menengah baru ada satu sekolah yang telah menggelar uji coba PTM. “Kemungkinan simulasi akan kita perbanyak. Kalau bisa saya mengehendaki semua simulasi,” ucapnya.
Kendati demikian, keputusan terkait simulasi PTM tergantung kepada Bupati Karanganyar. Tarsa mengungkapkan, akan membahas terkait persiapan PTM dengan Bupati esok hari. Dia merencanakan, simulasi PTM dimulai pada pekan depan. Dinas telah memiliki gambaran nantinya jumlah siswa yang masuk sekolah akan dibatasi. Tarsa mencontohkan, sistem masuk menggunakan shift pagi dan siang serta pembelajaran hanya dua jam dalam sehari. (hr/adt)