
KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M menghadiri Pelatihan Petani tentang Peningkatan Kualitas Tembakau dan Diversifikasi Tanaman Kopi di Hotel Indah Palace, Tawangmangu, Senin (1/8).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Ir. Siti Maisyaroch, mengatakan pelatihan ini dihadiri 250 peserta yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten Karanganyar yaitu, Kecamatan Jatiyoso, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Tawangmangu, Kecamatan Ngargoyoso, Kecamatan Jenawi, Kecamatan Kerjo, Kecamatan Colomadu, dan Kecamatan Mojogedang. 250 peserta tersebut terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas tembakau dan kopi.
Orang nomor satu di Karanganyar tersebut memberi sambutan sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Kualitas Tembakau dan Diversifikasi Tanaman Kopi. Juliyatmono mengatakan, “Pajak rokok di Indonesia hampir 120 triliun. Karanganyar entuk bathi 15 miliar. Sebagian itu dinggo dinas pertanian, dikon nandur tembakau entuk 300 hektar, kebagian 200 hektar.” ujar Juliyatmono.
Kopi Lawu Karanganyar merupakan kopi nomor dua di dunia pada zaman Belanda karena tempatnya dingin dan bagus. Di Karanganyar sendiri harga tembakau basah kisaran Rp 4.000 per kilogram. Untuk mengatasi anjloknya harga tersebut, Juliyatmono memberikan saran kepada dinas pertanian, “Coba dikonsep. Nek ora, di tuku pemerintah. Maksudku pada saat koyo ngene pake duit di tuku pemerintah. Di tuku, dilumpukne, sing dodol pemerintah. Kita siapkan duit, di tuku pemerintah. Nek iki ora di tuku pemerintah, ambyar kabeh.” ujar Bupati Karanganyar.
Sebagai penutup, orang nomor satu di bumi Intanpari tersebut memberikan semangat kepada para petani kopi dan tembakau di Kabupaten Karanganyar. “Tetap semangat terus, nek seneng ati ne dadi semangat terus.”
Diskominfo (ard/rty)
