
Karanganyar – Pernikahan anak usia dini atau lebih akrabnya disebut “Kawin Bocah” marak terjadi di Indonesia. Kawin Bocah membawa dampak buruk karena bisa meningkatkan risiko stunting, perceraian, hingga masalah kesehatan seperti kanker mulut rahim dan osteoporosis. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Karanganyar, Drs. Agam Bintoro, M.Si, ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Rembug Warga di Pendopo Nglurah, Kec. Tawangmangu, Karanganyar (19/07).
Agam menambahkan meskipun secara agama memang sudah diperbolehkan karena sudah balig, tapi secara fisik dan mental belum ada kesiapan. Organ reproduksi belum siap, bahkan bisa mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga apabila terjadi permasalahan.
“Ojo Kawin Bocah kuwi njlentrehe mendewasakan usia pernikahan, bocah itu kalo rabi terus duwe anak podo karo anak – anak duwe anak, leh dadi wong tuwo dipekso”, tuturnya dalam bahasa daerah sekitar.
Remaja yang belum siap menikah juga rentan mengalami Baby Blues, yaitu suasana hati pasca kelahiran. Maka ia mengajak seluruh warga untuk menggalakkan keluarga yang terencana.
“Monggo sedoyo, sareng – sareng para warga punya rencana dalam berumah tangga”, tambahnya.
Ketika ditanya oleh salah satu peserta dari ISI Surakarta, Hanan Novia terkait kehamilan diluar nikah saat usia dini ia menyampaikan bahwa pernikahan dini hanya bisa dilakukan dengan Dispensasi yang diberikan oleh Pengadilan karena sebenarnya terdapat banyak faktor yang mendasari pernikahan dini, mulai dari motif ekonomi, adat, hingga kehamilan yang tak diinginkan.
“Dalam hal tertentu ada yang namanya Dispensasi yaitu ijin berjenjang mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga akhirnya dibahas di tingkat Pengadilan Agama”, imbuhnya.

Acara Rembug Warga yang diselenggarakan DISKOMINFO Karanganyar tersebut dihadiri oleh peserta dari PKK, Mahasiswa dan warga sekitar. Diseminasi informasi dengan tema “Ojo Kawin Bocah” tersebut dikemas dalam bentuk Guyon Maton dengan menghadirkan seniman Mas Wahyu Sangga Buana dan rekan – rekan. Terlihat para peserta tampak antusias ketika dibuka sesi tanya jawab dengan narasumber. Acara diakhir dengan joget bareng dan photo bersama antara narasumber dan para peserta. (Oki)
PHOTO GALERI
















