Monumen Tanah Kritis terletak di daerah Jumantono.
Tanah yang terdapat di museum Tanah Kritis ini tidak dapat ditanami sebab tanah tersebut mengandung Al dan Fe berarti tanah itu adalah tanah yang masam (asam).
Tujuan pembangunan Monumen Tanah Kritis ini adalah menjadi daerah pariwisata dan menjadi data penelitian.
Tujuan pembangunan monumen ini, untuk menghambat agar tanah ini tidak longsor kemana-mana.