

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Drs, H Juliyatmono, MM bakal mengajak perbankan untuk memberikan modal bagi wirausahawan muda dari SMK Bintang Nusantara (Binus) Beji, Gaum, Karanganyar. Ajakan orang nomor satu di Karanganyar setelah melihat berbagai produk ‘hasil tangan’ anak-anak SMK jurusan Farmasi dan Keperawatan tersebut. Hasil produknya adalah handsaniteser, sabun cuci, sabun mandi, sabun cuci piring dan aneka macam alat kecantikan. Bukan itu saja, dibidang olahan makanan dan minuman juga bermacam-macam dan bervariasi.
“Hasil produksi aneka macam makanan dan sabun sangat luar biasa banyak dan sangat potensial anak-anak ini menjadi wirausahawan. Saya akan ajak bank untuk memberikan modal bagi anak-anak yang mau berwirausaha. Berkisar Rp 500 ribu sampai Rp 1 Juta untuk memasarkan produknya ke masyarakat luas,” papar Bupati Karanganyar, Juliatmono saat memberikan sambutan dalam launching kampung Virtual Binus di SMK Bintang Nusantara Dusun Beji, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, (07/10).
Dengan modal tersebut, tambah BUpati anak-anak bisa memasarkan dan mangatur keuangannya sendiri. Sehingga sekolah sudah bisa menghasilkan uang untuk dirinya sendiri. Termasuk memasarkan secara online sehingga pihaknya yakin anak-anak akan lebih hebat dan semangat. “Sambil ditingkatkan produknya, baik izinnya sehingga semua menjadi sesuatu yang layak diterima di masyarakat. Sekolah seperti ini yang diharapkan menghasilkan enterprener muda,” ungkapnya.
Tanggal 18 Nopember mendatang, BUpati mengatakan Pemkab memperingati hari jadi ke 104. Pihaknya meminta Binus menampilkan dan berpartisipasi dalam pameran dalam rangka memeriahkan lahirnya Kabupaten Karanganyar. Selain itu, BUpati juga meminta 10 anak terbaik di Binus Untuk diikutkan pelatihan di BLK Kabupaten Karangnyar. “Pulang dari BLK nanti saya akan kasih laptop. Saya berharap jadi wirausahawan yang handal dan matang,” imbuh bupati Kebanggan Masyarakat Karanganyar.
Sementara Kepala Sekolah SMK Binus, Reno Mulyasari Widyaningrum mengatakan memang jurusan sekolanya bidang farmasi dan keperawatan namun jiwa enterprenur diasuh betul-betul. Sambil mengenyam teori, pihaknya juga mendidik siswa untuk memproduksi aneka sabun, skin care, olahan makanan sendiri. Kemudian hasilnya dipasarkan mereka sendiri untuk menambahkan income dari siswa itu sendiri. Bahkan produk-produk yang dihasilkan itu telah menembus ke pasar tradisional dan modern. “Bakat anak-anak sangat luar biasa dalam membuat aneka produk kesehatan, makanan dan minuman. kami mohon arahan agar kegiatan kewirausahaan ini benar-benar dapat membantu siswa,” ungkap Mulysari.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga ada edupark yang berisi sapi 8 ekor, ayam 5000 ekor dan ikan 500 ekor. Selain itu juga ada bidang pertanian seperti melon juga ditanam siswa. Edupark itu memang awalnya untuk membuka jurusan baru, namun terkait masa pandemi dialihkan untuk Edupark sehingga kini dapat membantu ekonomi para orang tua siswa. (hr/Ima)
