GRAND LAUNCHING BUKU PENDAPAT (STRATEGIC FORESIGHT) BPK DENGAN JUDUL “MEMBANGUN KEMBALI INDONESIA DARI COVID-19 : SKENARIO, PELUANG, DAN TANTANGAN PEMERINTAH YANG TANGGUH”

Zoom Meeting saat Grand Launching Buku Pendapat (Strategic Foresight) BPK

KARANGANYAR- Sekda Kabupaten Karanganyar Drs. Sutarno M.Si dan Kepala BKD Kurniadi Maulato, S.Sos menghadiri Grand Launching  Buku Pendapat (Strategic Foresight) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara virtual dari Ruang SIC Sambernyawa Diskominfo Karanganyar pada hari Kamis (21/10).

“Dengan diselesaikan Foresight BPK untuk pertama kali maka, diharapkan BPK RI menjadi  BPK ke-12 di dunia yang telah mencapai peran tertinggi. BPK RI menjadi SAI kedua di Asia (Setelah Korea Selatan) dan pertama di ASEAN yang melaksanakan peran Foresight,”ujar ketua BPK RI Agung Firman Sampurna.

BPK memberikan pendapat kepada pemerintah terkait program jaminan kesehatan nasional. Peran berikutnya BPK adalah peran foresight, dengan memberikan gambaran kepada pemerintah dan masyarakat atas masa depan yang diharapkan.

Pada saat berbicara mengenai Foresight maka membahas berbagai hal, bukan hanya Grand Launching buku tetapi BPK juga mengumumkan hasil foresight BPK. Setiap tahun BPK RI menyerahkan dan mengumumkan hasil pemeriksaan fandatore disampaikan kepada entitas dan pemerintah pusat. Kemudian tindak lanjut hasil pendapat BPK terbatas pada entitas pengelolaan uangnya.

Foresight ini diharapkan melibatkan seluruh peran serta masyarakat, oleh karena itu diumumkan secara terbuka. Penyampaian Foresight BPK diawali dengan menjelaskan tentang latar belakang  bagaimana dalam kondisi memasuki era yang penuh ketidakpastian ada distrubsi teknologi dan pandemi yang menggambarkan apa yang disebut dengan Volatility, Uncertainly, Complexity, dan Ambiguity. Dimana di era ini segala sesuatunya berkembang begitu cepat menyebabkan ketidakpastian  sangat kompleks dan mengakibatkan keragu-raguan.

Tahapan pertama BPK berhasil mengidentifikasi 1.350 entri, sebagai gambaran betapa banyak hal-hal yang dianggap mempengaruhi masa depan Indonesia.

“Foresight BPK dilakukan dalam rangka menghadapi ketidakpastian tersebut dengan cara menyusun kajian perspektif jangka panjang mengenai berbagai kondisi, tantangan, peluang, dan resiko yang mungkin terjadi  dalam konteks ini diambil pada kondisi pandemi,” ungkap ketua BPK RI Agung Firman Sampurna.

Diskominfo (Dn/agnes)