KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu kabupaten/kota yang ditunjuk pemerintah pusat sebagai kabupaten kreatif dalam hal kesenian. Sarana dan prasaranan penunjang mulai disiapkan untuk mewujudkan predikat tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengaku terkejut mendapati pengumuman dari kementerian tersebut. ”Saya malah baru dengar tadi pagi kalau kita (Kabupaten Karanganyar,Red) masuk nominasi sebagai kabupaten/kota kreatif dalam seni pertunjukan,” kata Titis.
Lebih lanjut Titis mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah tempat dan alat-alat untuk mendukung pertunjukan yang akan digelar seniman, maupun kelompok kebudayaan di Karanganyar. ”Alat untuk syuting, kami sudah punya lengkap. Kemudian sejumlah lokasi juga sudah kami siapkan seperti di Karangpandan, Colomadu, dan nanti gedung teater yang saat ini sedang tahap finishing pembangunan,” ucap Titis.
Titis merencanakan, jika nantinya gedung teater di tengah kota tersebut rampung, maka semua pertunjukan seni budaya bisa dipertunjukan di lokasi tersebut. Karena memiliki lokasi yang representatif dan kapasitas pengunjung mencapai 1.000 orang. ”Ini baru diselesaikan nampaknya. Dan akhir tahun ini kelihatannya memang diharapkan bisa diresmikan dan nanti bisa untuk kegiatan pentas atau pertunjukan,” imbuhnya.
Kasi Ekonomi Kreatif Disparpora Achmad Dhani mengungkapkan, penunjukan itu ditujukan melalui surat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor B/KB.03.00/1999/DPDI.3/2021 Oktober lalu tentang Penetapan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia. Pihaknya telah mengumpulkan sejumlah stakeholder dari berbagai komunitas dan beberapa paguyuban untuk bisa menjawab kuesioner yang disampaikan oleh pihak kementerian. ”Kami sudah bahas bersama dengan teman-teman komunitas. Kemudian pengembang wisata, dan beberapa paguyuban seni budaya yang ada di Karanganyar. Sebetulnya yang kami usulkan adalah seni pertunjukan dan kulinernya, akan tetapi dari pusat menghendaki agar kami pemerintah kabupaten lebih fokus pada seni pertunjukan. Di mana dalam seni pertunjukan tersebut juga melibatkan pelaku wisata, kemudian pelaku ekraf yang ada di Karanganyar,” jelas Dhani. (adt)
