KARANGANYAR — Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. hadir dan membersamai masyarakat dalam kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi bersih dusun, Kamis (22/1/2026). Kehadiran Bupati menjadi wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat.

Pagelaran wayang kulit tersebut digelar di dua lokasi. Lokasi pertama bertempat di Dusun Pungkulon, Desa Ngepungsari, Kecamatan Jatipuro, sedangkan lokasi kedua dilaksanakan di Dusun Ngepring, Desa Jatiyoso, Kecamatan Jatiyoso. Kedua kegiatan disambut antusias oleh warga yang memadati area pagelaran sejak sore hingga malam hari.Di Dusun Pungkulon, Desa Ngepungsari, pagelaran wayang kulit mengangkat lakon “Pandhu Suwarga” yang dibawakan oleh Dalang Ki Isna Indra Prasetya. Lakon tersebut sarat nilai keteladanan, pengabdian, serta makna spiritual sebagai simbol doa dan harapan agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari marabahaya.
Sementara itu, di Dusun Ngepring, Desa Jatiyoso, masyarakat disuguhkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Cokroningrat” yang dibawakan oleh Dalang Wahyu Widodo Wilis asal Kabupaten Wonogiri. Lakon tersebut menggambarkan kepemimpinan yang adil dan bijaksana, serta mengutamakan kepentingan rakyat, selaras dengan nilai-nilai luhur yang terus dijaga oleh masyarakat Jawa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi bersih dusun sebagai warisan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi sarana ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga mempererat kebersamaan dan gotong royong antarwarga.

“Tradisi bersih dusun dan pagelaran wayang kulit adalah kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat,” ujar Bupati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal, spiritualitas, serta semangat kebersamaan masyarakat Karanganyar dapat terus terpelihara dan menjadi fondasi dalam membangun daerah yang berbudaya, harmonis, dan sejahtera.

