
KARANGANYAR – Kedatangan atlet juara umum ASEAN Para Games 2023 disambut meriah di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (10/6/2023). Kegembiraan dan keharuan keluarga menyambut kedatangan kontingen Indonesia tampak, ketika satu per satu atlet menerima pengalungan bunga dari Sesmenpora Gunawan Suswantoro dan juga Bupati Karanganyar H. Juliyatmono. Nampak hadir pula dalam penyambutan kali ini yaitu Bupati Boyolali dan Wakil Walikota Surakarta.
Kontingen Indonesia terbagi dalam dua kloter penerbangan dari Kamboja. Kloter pertama tiba pukul 17.24 WIB dan kloter kedua 20.00 WIB. Kedatangan para atlet APG Indonesia juga disambut oleh pendukung Indonesia yang berada di kawasan bandara.
Kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 159 emas, 148 perak, dan 94 perunggu. Dengan prestasi ini, Indonesia berhasil meraih hattrick atau tiga kali berturut-turut juara umum ASEAN Para Games. Sejumlah atlet para games bahkan memecahkan 15 rekor dari beberapa cabang olahraga, seperti renang, atletik, yudo, dan angkat berat.
Sebagai informasi, Kontingen Indonesia kembali menahbiskan diri sebagai juara umum ASEAN Para Games. Setelah sebelumnya menjuarai APG di Malaysia pada 2017 dan APG di Solo pada 2022. Dengan capaian tersebut, Puan mengaku sangat bangga terhadap ratusan atlet yang telah bekerja keras untuk Indonesia.
“Dengan meraih 159 medali emas, 148 perak dan 94 perunggu ini merupakan suatu kebanggaan untuk Indonesia. Atlet-atlet ini berhasil mendapatkan hattrick juara umum jadi saya ucapkan selamat kepada atlet ASEAN Para Games ini, Dari data Kemenpora, peraih medali emas SEA Games Kamboja 2023 mendapatkan bonus Rp 525 juta untuk perorangan, ganda/pasangan Rp 420 juta dan beregu Rp 367,5 juta.Sementara medali perak perorangan Rp 315 juta, ganda/pasangan Rp 252 juta dan beregu Rp 220,5 juta. Terakhir, untuk peraih medali perunggu perorangan Rp 157,5 juta, ganda/pasangan Rp 126 juta dan beregu Rp 105, 525 juta.
Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Indonesia Andi Herman mengungkapkan, atlet Indonesia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Terbukti, wakil Merah Putih mampu melampaui target yang awalnya 121 emas. Selain itu, Andi juga mengungkapkan banyak rekor tercipta di APG Kamboja.
“Sebanyak 15 rekor terpecahkan oleh atlet kita. Ini kebanggaan tentunya. Kemenpora memberikan support sangat baik dan konsisten. Langsung siapkan pelatnas di Hangzhou,” ungkap Andi.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku bangga karena nantinya pusat pelatihan (training Centre) untuk para atlet NPC akan di bangun di Kabupaten Karanganyar yang tepatnya berada di kawasan bumi perkemahan Delingan. (DISKOMINFO)
