
KARANGANYAR – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar menggelotorkan bantuan untuk Rehab 21 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan 8 titik sumur bora tau sumur artesis di berbagai tempat. Rinciannya Untuk rehab rumah bervariasi mulai dari Rp 2.500.000 sampai Rp 10 juta dengan total Rp 220 juta dan untuk sumur artesis bervariasi mulai dari Rp 20 juta sampai 70 juta dengan total Rp 360 juta.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang membutuhkan. Dari Rencana kerja Baznas Karanganyar program pentashorufan sebesar Rp 15.000.820.000 dan sudah tersalurkan sebesar Rp 15.000.350.000 atau 97 persen,” papar Ketua Baznas Karanganyar H. Khafindi M.Ag pada saat memberikan sambutan dalam pemberian bantuan kepada RTLH dan Sumur Artesis di Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, (21/10).
Pihaknya berharap untuk sumur memang diberikan kepada kelompok tani. Namun demikian, pihaknya meminta kepala desa ikut mengawasi dan membantu realisasi sumur artesis tersebut. Selain itu, Khafindi mengatakan Baznas Karanganyar selalu menjadi pusat perhatian Baznas dari luar wilayah Karanganyar. Hal ini banyak ditandai dengan studi banding yang berkunjung ke Karanganyar. Diantara dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan, ada daerah lampung ingin berguru ke Karanganyar.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan zakat hakekatnya membersihkan harta yang diperoleh. Sebab dalam hidup ini tidak semua orang berjalan mulus, selalu ada hambatan dan kesahalan. Kesalahan ini dihapus dengan memperbanyak sedekah. MIsalnya gaji Rp 1 juta diberikan Rp 25 ribunya diberikan untuk zakat. Justru Rp 25 juta yang mampu menolong kelak dikemudian hari. “Sewu rong ewu namun bisa menyelematkan kita dari pengadilan dikemudian hari nanti. Mobil mewah atau anak isteri tidak akan ikut saat meninggal. Namun sangunya dan yang akan membela kita pada hakekatnya dikemudian hari nanti,” ungkapnya. (hr/adt/Fahri)
