Antisipasi Resiko Kehamilan, Puskesmas Colomadu II Gencarkan Program ANC Terpadu

Para ibu hamil dan pasangan serta para kader ibu hamil antusias ikuti edukasi kelas ibu hamil di aula Puskesmas Colomadu II, Kamis (16/6)

KARANGANYAR РPuskesmas Colomadu II Kabupaten Karanganyar terus menyosialisasikan program Antenatal Care (ANC) kepada para ibu hamil di wilayah Puskesmas  setempat. Kegiatan ini sebagai upaya mengurangi resiko kehamilan sehingga persalinan dapat berjalan normal serta ibu dan anak dalam kondisi sehat.

Masalah stunting dan kehamilan menjadi perhatian dari Puskesmas Colomadu II.

Puskesmas setempat pun melakukan edukasi terhadap para ibu hamil di wilayah setempat di Puskesmas Colomadu II. Kegiatan ini dihadiri ibu-ibu hamil dan Bupati Karanganyar Juliyatmono serta instansi terkait.

Kepala Puskesmas II dr Gigi Ririn mengatakan sebanyak 141 ibu hamil di wilayahnya. Dari jumlah 60 diantaranya masuk dalam beresiko.

Sebagai upaya mengatasi masalah kehamilan, Puskesmas Colomadu terus melakukan sosialisasi pemeriksaan ANC (Antenatal Care) Terpadu.

“Kita terus mendorong ibu hamil melakukan skrining terhadap usia kandungan. Sehingga nantinya bisa diprediksi untuk kelahiran normal atau yang bisa dirujuk,”ujarnya.

Selain pemeriksaan ANC Terpadu pihaknya juga menyediakan pemberdayaan kesehatan untuk pencegahan stunting. Ini bertujuan agar persalinan berjalan lancar serta kondisi ibu dan bayi sehat.

Sementara Bupati Karanganyar mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus memberikan perhatian masalah ibu hamil dan stunting. Karena Pemkab terus mendorong Puskesmas dan Dinkes gencar melakukan edukasi pada ibu-ibu hamil.

“Kontrol dan pengetahuan akan masalah kehamilan sangat penting. Karenanya ibu-ibu hamil harus aktif melakukan konsultasi dan pengecekan secara rutin agar ibu dan bayi sehat,”katanya

Bupati juga berpesan pada para suami agar menjadi suami siaga. Sebab para ibu hamil akan menjadi tenang ketika terus didampingi sang suami saat pemeriksaan kandungan maupun persalinan.

“Untuk para bapak jangan lupa harus menjadi suami siaga. Agar persalinan lancar dan semua sehat,”pesannya.
Diskominfo (dn/ind)