Pemkab Karanganyar Dorong Kerukunan Lewat Silaturahmi Tokoh Agama dan Masyarakat

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar silaturahmi tokoh agama dan tokoh masyarakat di Aula STIKes Mitra Husada Karanganyar, Selasa (30/9/2025). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat harmoni antarumat beragama sekaligus memperkokoh kebersamaan masyarakat Karanganyar.

Ketua Yayasan STIKes Mitra Husada, Dr. Putu Suriyasa, MS, PKK, SP.OK, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FKUB menjadikan STIKes Mitra Husada sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menuturkan, STIKes Mitra Husada saat ini telah memiliki delapan program studi, dan tengah mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi universitas.

“Kami mohon doa restu agar tahun ini Mitra Husada dapat berkembang menjadi universitas. Dengan begitu, selain program studi kesehatan, akan hadir juga program studi non-kesehatan, seperti teknologi informasi dan budaya Inggris, untuk menjawab tantangan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama sebagai modal utama menjaga persatuan dan pembangunan daerah.

“Kami sangat berterima kasih kepada FKUB, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang terus menjaga keharmonisan di Karanganyar. Suasana yang rukun dan penuh kebersamaan ini menjadi kekuatan kita dalam membangun daerah,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Mitra Husada yang telah memfasilitasi acara dengan baik. Ia berharap Mitra Husada segera berkembang menjadi universitas unggulan di Karanganyar.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa keberagaman di Karanganyar adalah anugerah yang harus terus dijaga. Ia menyampaikan optimisme bahwa FKUB akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merawat toleransi dan kebhinekaan.

Acara silaturahmi ini turut hadir Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E, Jajaran Forkopimda Karanganyar, tokoh agama lintas keyakinan, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol persatuan dan harapan akan Karanganyar yang damai, aman, dan sejahtera.