KARANGANYAR– Bupati Karanganyar, Rober Christanto, punya cara tersendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pelayanan kepada masyarakat.

Bukan lewat rapat-rapat resmi atau forum formal yang kaku, Beliau justru memilih pendekatan lebih santai, yakni dengan cara ngopi bareng di halaman belakang rumah dinasnya, Rabu (18/06) pagi.
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para kepala OPD diundang untuk duduk bersama, berbincang hangat sambil menikmati kopi dan kudapan ringan. Namun di balik nuansa nonformal tersebut, diskusi yang terjadi justru mengupas langsung persoalan-persoalan penting yang tengah dihadapi tiap perangkat daerah.

“Kita ingin menciptakan suasana komunikasi yang lebih terbuka. Dengan ngopi bareng seperti ini, masing-masing kepala OPD bisa menyampaikan kendala dan progres program kerjanya secara lebih santai. Tidak ada tekanan, tapi tetap fokus,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ngopi bersama ini juga menjadi sarana alternatif untuk menyerap informasi dari bawah. Terutama menyangkut realisasi anggaran, pelayanan publik, hingga dinamika sosial yang muncul di masyarakat.

“Serapan anggaran itu bukan sekadar angka, tapi dampaknya harus dirasakan masyarakat. Nah, lewat pertemuan informal seperti ini, saya bisa tahu langsung apa saja kendala di lapangan, dan apa yang perlu kita bantu,” lanjutnya.
Bupati juga memastikan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti di satu dua kali pertemuan saja. Ia telah merencanakan agenda rutin, yang ke depan akan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk camat, kepala desa, bahkan Kepala BUMD yang ada di Karanganyar.

“Saya ingin tahu secara menyeluruh kondisi di setiap kecamatan. Mulai dari pelayanan, infrastruktur, potensi lokal hingga persoalan sosial. Dengan camat dan kepala desa pun akan kita adakan forum serupa. Kita ingin hadir lebih dekat, dan bukan hanya lewat surat atau laporan di atas meja,” ungkapnya.
Langkah ini diapresiasi sejumlah pihak karena dianggap sebagai inovasi gaya kepemimpinan yang membangun komunikasi dua arah antara kepala daerah dengan jajarannya. Tidak sedikit yang menilai bahwa pendekatan ini mampu menciptakan suasana kerja yang lebih cair, sekaligus mempercepat penyelesaian masalah tanpa harus menunggu agenda formal.
Dengan pendekatan santai namun substansial ini, Bupati berharap budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar bisa semakin produktif dan responsif. Ia pun membuka ruang seluas-luasnya bagi jajarannya untuk menyampaikan kritik, saran, dan laporan kinerja tanpa sekat-sekat birokrasi yang terlalu formal.
“Yang penting ada hasilnya untuk masyarakat. Kita kerja bersama, saling mendengar, dan saling dukung,” pungkasnya.

