Jakarta – Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya yang merantau di Jabodetabek, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan program Mudik Gratis Tahun 2025 dengan titik keberangkatan di Gedung Pewayangan Kautaman, Kompleks TMII Jakarta, pada Rabu (26/3) siang. Acara pelepasan peserta mudik ini dihadiri langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karanganyar, Sri Suboko, selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan semangat gotong royong warga Karanganyar di perantauan. “Program ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah kepada para perantau. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga,” ujarnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 341 bus yang diberangkatkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah, sedangkan yang kami berangkatkan pada hari ini 9 armada bus dengan total penumpang pemudik 450 orang yang semua berdomisili dan tujuannya di Karanganyar. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk terus membangun Kabupaten Karanganyar. “Warga Karanganyar di perantauan adalah duta dan aset daerah. Mari bersama-sama kita bangun Karanganyar dari mana pun kita berada,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Warga Karanganyar (PagarAnyar), Ragil Radiyo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menuturkan bahwa hubungan emosional antara warga Karanganyar di perantauan dan pemerintah semakin erat, terlebih melihat kehadiran langsung Bupati dalam berbagai kegiatan.
“Kami merasa sangat dekat dengan Pak Bupati. Bahkan saat ada musibah di Karanganyar, beliau terjun langsung ke lapangan. Itu menunjukkan kepemimpinan yang lahir dari hati,”katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa 95,5 persen peserta mudik kali ini merupakan warga ber-KTP Karanganyar, sedangkan sisanya adalah warga kelahiran Karanganyar dan yang memiliki keterikatan dengan Karanganyar.
Tak lupa, Ragil juga berharap kegiatan mudik gratis ini menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang. “Kami akan terus mendukung dan mewartakan kegiatan positif seperti ini. Mudik ini bukan sekadar pulang, tetapi juga bukti cinta kepada tanah kelahiran.”katanya.
Program mudik ini diharapkan dapat memperkuat ikatan antara warga perantauan dan kampung halaman serta memberikan pengalaman mudik yang aman, nyaman, dan penuh makna.
