Literasi Digital Lansia, Cegah Penipuan dengan “WAKUNCAR” Cegah Hoaks dengan “ABCD”

KARANGANYAR – Indonesia menuju era 5.0. Pada era ini, perkembangan teknologi digital sangat pesat. Manusia menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang mengintegrasikan ruang maya/ruang digital dan ruang fisik. Sayangnya, dampak negatif pasti mengiringi dampak positif dari perkembangan teknologi digital, mulai dari keamanan/privasi, informasi tidak valid, gangguan bahkan penipuan. Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak negatif ini.

Hal tersebut disampaikan Dosen UMUKA, sekaligus anggota Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Solo, Niken P Satyawati, S.Sos., M.I.Kom, ketika menjadi nara sumber dalam kegiatan Literasi Digital Lansia dengan tema “Cerdas Mencerna Informasi Digital” yang digelar Diskominfo Kabupaten Karanganyar di Pendopo Dinasti, Tasikmadu, Rabu (22/05). Workshop ini menyasar komunitas lansia yang tergabung dalam wadah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Karanganyar.

“Hati – hati penipuan di ruang digital, banyak modus yang dilakukan penipu seperti phising mengirim undangan palsu file apk, mengaku menerima paket dengan file apk, mengaku petugas BPJS dengan mengirim file apk, hingga Scammer Asmara”, tuturnya.

Langkah Wakuncar (Waspadai, Kunjungi, Cari) merupakan hal terbaik untuk menghindari penipuan ini. Selain penipuan, hoaks pun ikut menyebar dalam era 5.0 ini.

“Hoaks muncul dalam bentuk black campign untuk menyerang pihak tertentu, di Indonesia isu yang paling banyak digunakan adalah agama, rasial, ideologi yang dikampanyekan baik secara online maupun offline”, imbuhnya.

Ia menambahkankan untuk mengantisipasi Hoaks ini, bisa dilakukan dengan ABCD yaitu Amati pesan/informasinya, Baca utuh isinya, Cek faktanya dan Diskusikan isinya. Bahkan saat ini MAFINDO sedang menyelesaikan kurikulum literasi digital berbasis lansia.

Dalam sesi tanya jawab dengan peserta, Sekjen IPHI Karanganyar, Sukiyasto, menyoroti tentang pencegahan dan penyebaran Hoaks. Pengurus Daerah IPHI Bidang Dakwah, Mulyono bertanya seputar penyebaran nomor pribadi. Banyak nomor tak dikenal yang tiba – tiba menghubunginya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Isnan Nur Aziz, S.Kom dalam sambutannya menyinggung tentang perkembangan internet Starlink. Teknologi ini merupakan teknologi internet dengan memanfaatkan satelit, sehingga daerah – daerah terpencil yang tidak tercover jaringan fiberoptik maupun nirkabel bisa menikmati internet. (Tim Publikasi – Oki)