
Karanganyar – Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, bayi, dan anak balita. Upaya peningkatan peran dan fungsi Posyandu tidak lepas dari peran kader. Peran kader dalam penyelenggaraan Posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke Posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Workshop dan pembinaan terhadap kader posyandu serta ibu hamil ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Karanganyar, Rusmanto, S.H., M.M selaku Plh Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mojogedang Sutrisno, S.Sos., 7 Kepala Desa di wilayah UPT Puskesmas Mojogedang 1, 6 Kepala Desa di wilayah UPT Puskesmas Mojogedang 2 serta perwakilan dari Polsek Mojogedang dan Koramil Mojogedang. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan arahan , motivasi, dan stimulan kepada kader posyandu dan ibu hamil sebagai upaya untuk mengurangi resiko gangguan kehamilan dan mendukung persalinan secara normal serta menghindari kematian ibu melahirkan.
Dalam laporannya Kepala UPT Puskesmas Mojogedang 1 Kristuti Catur Sumarah, S.Tr.Keb Bdn, menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Mojogedang dan Gedung Serba Guna Desa Munggur, Kamis 15 Juni 2023 ini diikuti 64 perwakilan kader posyandu dari 64 posyandu balita, 39 posyandu lansia serta 36 perwakilan ibu hamil dengan jumlah total 344 orang kader posyandu yang tersebar di 7 desa di wilayah UPT Puskesmas Mojogedang 1. Jumlah ibu hamil sampai bulan mei 2023 sebanyak 220 orang dengan resiko ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebanyak 9 orang. Jumlah balita 2410 orang dengan rincian balita stunting sebanyak 69 orang, balita kurang gizi 83 orang. Kemudian Kepala UPT Puskesmas Mojogedang 2 Sri Mulyani, S.S.T, M.H., menyampaikan kegiatan ini diikuti 39 posyandu balita, 216 orang kader posyandu yang tersebar di 6 desa di wilayah UPT Puskesmas Mojogedang 2. Jumlah ibu hamil sampai bulan mei 2023 sebanyak 236 orang dengan resiko ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebanyak 38 orang. Jumlah balita 2644 orang dengan rincian balita stunting sebanyak 161 orang, balita kurang gizi 126 orang.
Peningkatan kapasitas kader posyandu sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu, sehingga diharapkan kedepan pelayanan posyandu akan lebih baik. Kader posyandu sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dalam memantau kesehatan ibu hamil serta tumbuh kembang anak harus berperan lebih aktif untuk menciptakan generasi muda yang lebih produktif.
Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M., M.H., menyampaikan “Para ibu hamil agar lebih memperhatikan kondisi psikis. Persiapkan dana, rencanakan dimana akan melahiran dan juga siapa yang akan menemani saat persalinan. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar anak yang dilahirkan menjadi generasi yang hebat dan sehat,” terang Bupati. Kondisi Kesehatan ibu hamil harus lebih diperhatikan, apalagi untuk ibu dengan kehamilan pertamanya. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir balita stunting dan kematian pada janin dan ibu yang mengandung.
Sebagai penutup, Bupati Karanganyar menegaskan upaya pemerintah secara intensif dan berkelanjutan terus memfaslitiasi para ibu hamil untuk melahirkan dengan normal, pemenuhan gizi yang baik menjadikan proses persalinan dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak terjadi resiko peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Terima Kasih atas kerja keras kader – kader posyandu karena angka stunting terus mengalami penurunan, kita akan dorong dan cukupi dalam pemberian makanan tambahan yang bergizi disertai pola hidup sehat. Mudah – mudahan Mojogedang zero stunting, zero AKI dan Zero AKB”, ujarnya.
Demikian Diskominfo.
