Jangan Salah, Stunting Pasti Pendek tapi Pendek Belum Tentu Stunting

Kepala DISKOMINFO Prov Jateng, Reina mewakili Gubernur Jawa Tengah dalam acara PIKD di Nglurah Tawangmangu

KARANGANYAR – Stunting merupakan problem yang harus dipecahkan bersama. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tapi jangan salah, memang stunting pasti pendek tetapi pendek belum tentu stunting.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Widwiyono, M.Kes. ketika menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan “Sosialisasi Stunting Kegiatan Pelayanan Informasi Kebijakan Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022”, bertempat di Pendopo Nglurah, Tawangmangu Karanganyar (19/7).

“Stunting pasti pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Jadi yang pendek jangan minder”, tuturnya.

Widwiyono menambahkan selain pendek ciri stunting yang lain adalah telat mikir yaitu tingkat intelegensi/kecerdasannya di bawah rata – rata. Anak yang stunting biasanya ketika umur 45 tahun sering sakit – sakitan sehingga Pemerintah mengajak semua kalangan untuk mencegah stunting.

Lalu bagaimana cara mencegah stunting? Menurutnya pemeriksaan rutin kesehatan mulai dari calon pengantin, saat mengandung, hingga melahirkan merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan masyarakat.

Kepala BKKBN Prov. Jateng, Widwiyono memberikan penjelasan terkait Stunting

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Wahyu Setianingsih, M.Kes(Epid) menambahkan Anemia pada remaja putri juga bisa mengakibatkan stunting. Maka pertama kali yang harus diperiksa adalah kesehatan remaja putri.

“Kita nanti ada kegiatan di 35 Kabupaten/Kota untuk memeriksa remaja putri dan juga mengajak untuk meminum tablet penambah darah”, tambahnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Prov. Jateng, Wahyu menjelaskan tentang anemia pada remaja putri

Mewakil Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Reina Retnaningrum, S.H. mengajak Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Forum Komunikasi Media Tradisional (FK METRA) sebagai penerus informasi kepada masyarakat. Menurut Reina di Jawa Tengah ada program untuk mencegah stunting yaitu “Ojo Kawin Bocah” dan “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Karanganyar diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kab. Karanganyar, Drs. Agam Bintoro, M.Si.

Selain guyon maton, dalam acara tersebut juga dibagikan doorprize berupa Set Top Box (STB) yang berfungsi sebagai alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV analog biasa. Acara diakhiri dengan nonton bareng ILM produksi Diskominfo Provinsi Jawa Tengah,  Film Pendek “Nular” dari KIM Manteb Karangpandan dan Film Pende “Stop Stunting” produksi Diskominfo Kabupaten Karanganyar. (Oki)

PHOTO GALERI