
KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta kepada Pengurus/Anggota maupun karyawan/wati Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar agar selalu berkoordinasi dengan semua pihak baik OPD, BUMD, Kantor serta Instansi lainnya dalam pengelolaan Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) dalam upaya berbenah untuk lebih baik setiap tahunnya.
Dalam kesempatan pembinaan karyawan/wati yang dilaksanakan di Kantor Baznas Karanganyar tersebut selain untuk koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan), Bupati juga meminta internal dalam Baznas sendiri untuk kompak, guyup rukun, solid dan selalu bersemangat dalam pengumpulan ZIS untuk kepentingan kemaslahatan umat, Senin (4/4) pagi.
Menurutnya tujuan adanya Baznas ini untuk kemaslahatan umat jadi sebagai karyawan serta karyawati Baznas di Kabupaten Karanganyar harus bisa menyadarkan masyarakat untuk berzakat karena prioritas Baznas sendiri itu untuk fakir miskin.
“Menyampaikan bersyukur terima kasih atas kerja keras ibu semua, diamanahi menjadi petugas memungut zakat infaq shadaqah sesuai dengan peruntukannya. Terima kasih harus dipersiapkan dengan baik, jadi harus tau tugas-tugasnya apa, staf-staf pembantu harus kompak agar pikiran selalu progresif dan semangat. Memungut zakat, itu untuk lebih tegas karena sumber utamanya pegawai-pegawai PNS, mana yang lambat dan mana yang sulit untuk di mintai zakat, tidak perlu disosialisasikan lagi karena sudah tau zakat itu untuk apa. Siapa yang membayar bulan ini,” terang Bupati dihadapan para karyawan/wati Baznas Karanganyar
Ditambahkan Bupati untuk Unit Pemungut Zakat (UPZ) di wilayah Karanganyar untuk terus semangat kerja keras dalam mengumpulkan ZIS di daerah daerah. Masuk Baznas, semua harus kewajiban zakat. Memungut harus bagus, semua pegawai harus berkontribusi dengan baik agar semua orang berzakat, bukan meminta tapi supaya mereka semua sadar untuk berzakat harta bendanya. Gerakan zakat infak harus perlu kesadaran agar semua orang tau bahwa Baznas jelas kegunaannya. Pemerintah resmi menitipkan kotak zakat diberbagai usaha.
“Tiap bulan Baznas mengambil kotak-kotak zakat, dan petugas mengecek kotak tersebut apakah ada atau kosong, maka dari itu harus berinovasi serta kreativitas untuk memungut zakat. Kreativitas inilah harus dijadikan budaya agar masyarakat memiliki kesadaran berzakat, infaq, & shadaqah” imbuhnya.
Demikian Diskominfo (Ind/Na).
