
Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM menyaksikan Pelatihan Pertempuran Kota secara virtual di Rumah DInas Bupati Karanganyar, Sabtu (26/02)Karanganyar – Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raider Kodam IV/Diponegoro melaksanakan Pelatihan Pertempuran Kota pada Sabtu (26/02) dini hari. Simulasi pertempuran disaksikan melalui virtual oleh Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM didampingi Komandan Kodim 0727, Letkol Inf. Ihsan Agung Widyo Wibowo, S.I.P, Kapolres Karanganyar, AKBP Danang Kuswoyo, S.I.K, dan Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar, Mulyadi Sajaen, S.H, M.H di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Simulasi pertempuran yang dijalankan adalah simulasi jika terjadi pergolakan kalangan radikal di lingkungan perkotaan. Salah satu yang mendasari simulasi ini adalah, lingkungan perkotaan memiliki potensi yang besar dalam meledaknya golongan radikal seperti teroris, dan lain-lain.

Sebagai penutup, dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Pelatihan Pertempuran Kota di Alun-alun Karanganyar, pagi hari. Apel ini juga dimaksudkan agar mengetahui kesiapan Kodam IV/Diponegoro guna mengantisipasi ancaman radikalisme yang mungkin timbul dalam wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena, Provinsi Jawa Tengah dan DIY menjadi baromater stabilitas nasional. Radikalisme merupakan paham yang menghendaki terjadinya perubahan atau pembaharuan politik secara drastis dengan cara kekerasan atau pemaksanan kehendak.
Panglima Kodam IV/ Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto berpesan dalam amanatnya, bahwa seiring dengan merebaknya paham radikalisme, perlu segera diantisipasi. Jangan sampai kalah cepat dari kelompok radikal yang mengganggu stabilitas nasional. Oleh karena itu, harus memaksimalkan kinerja aparat di lapangan, melakukan koordinasi terpadu dengan aparat teritorial serta melakukan pembinaan mental dan hukum, mengoptimalkan peran Bhabinsa di wilayah masing-masing untuk meminimalisir terbentuknya kelompok-kelompok radikal di kalangan masrakarat.
Kodam IV/Diponegoro diharapkan mampu nyelenggarakan operasi pertahanan wilayah Jawa Tengah dan DIY, salah satunya adalah pertempuran kota. Kemampuan pertempuran kota harus dimiliki oleh seluruh satuan tempur. Kedepannya, latihan Pertempuran Kota akan diselenggarakan secara rutin.
Demikian Diskominfo. (tgr)
