
KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir sekaligus menjadi narasumber dalam talk show Sarasehan Soloraya Untuk Indonesia Maju dengan tema ” Recover Together Recover Stronger” yang di selenggarakan oleh Solopos di Ballroom Hotel Alila Solo pada, Rabu(23/2/22).
Acara sarasehan ini dihadiri 7 kepala daerah antara lain Bupati Karanganyar, Walikota Solo, Bupati Sragen, Bupati Klaten, Bupati Boyolali, Bupati Sukoharjo, Bupati Wonogiri dan juga Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo). Hadir pula Ketua Dewan Komisioner OJK, Dirut BNI, presdir OVO, ketua Indonesia IT.
Menurut Komisaris Solo Pos, di tahun 2022 perekonomian Soloraya memiliki kontribusi yang layak dipertimbangkan, terdapat 250rb Uamakam, dan sektor pariwisata juga dapat dikelola dengan baik.
Meneropong Soloraya dengan dari sektor kondisi perekonomian di Soloraya. Recovery Soloraya, recover yang telah dilakukan kepala daerah Soloraya, apakah sudah berkesinambungan.
Sementara itu Presdir Solopos, mengaku masa depan Soloraya, atau nasib Soloraya untuk keluar dari jebakan pandemi ini harus segera difikirkan jalan keluarnya agar tidak terpuruk kembali.
Potensi Solorraya ini sangat luar biasa perkembangannya, pilar utamanya adalah industri, perdagangan, pariwisata dan sekarang memulai kedalam pendidikan, selain itu juga terdapat ekonomi kreatif, hal ini juga membutuhkan dukungan luas dari pemerintah pusat dan infrastruktur mendukung, kota solo ini mempunyai potensi terkait dengan peredaran udang yang dihasilkan oleh solo, didukung juga oleh masyarakat yang mempunyai etos kerja tinggi, solidaritas masyarakat juga cukup besar, potensi masyarakat juga berpengaruh dalam perkembangan.
Solidaritas masyarakat untuk membangun kota solo ini juga sangat besar. Dengan adanya akses infrastruktur baik contohnya adalah jalan tol, namun iya mempunyai potensial yang besar.
Beberapa waktu lalu solo raya sempat ingin dibikin provinsi baru, potensi Soloraya dapat berkembang lagi apabila jawa tengah memberikan perhatian lebih besar lagi.
Masing-masing daerah mempunyai keunikan sendiri, dalam membangun suatu daerah wisata di solo raya, setiap daerah memeiliki beberapa kesamaan dan keberbedaan juga. Semua mempunyai tujuan sama adalah memberantas kemiskinan dan pengangguran. (Kebijakan ojk harus sama.) pemerintah sudah membuat protek dari jaringan transportasi, central industri, pariwisata, yang ada dj jawa Tengah ini. dengan teknologi yang maju maka solo raya akan bisa lebih besar. Sinergi kepala daerah harus tetap menonjolkan keunikan di setiap- setiap daerah.
Mmenurut dirut BNI, membahas kinerja BNI Soloraya, kredit telah bertambah dari 5% menjadi 11%, keuangan di solo cukup tinggi, BNI sangat mendukung umkm yang ada di soloraya. Dirut tetap optimistis karena Soloraya diyakini menjadi engine untuk era digital ini.
Soloraya diyakini dapat menjadi percontohan bagi dareah lain, sektor e-commerce, sektor keuangan dan ada lagi gelombang ke 4 sektor digitalisasi, digitalisasi telah menujukan sisis positif apalagi di sektor publik. Kedua Soloraya mempunyai sektor UMKM yang baik. Gelombang digitalisasi sektor publik menjadi penekanan tersendiri.
Gibran sebagai Walikota Surakarta mengaku bahwa recovery 2022, kita dihadapkan omicron, ini akan mencapai puncak mungkin 2-3 minggu lagi. Gibran tidak akan menutup mall dan pasar, PTM akan jalan terus, revitalisasi kebun binatang Jurug Solo, lalu juga mengincar event internasional. Pariwisata selain wisata budaya Solo ingin mengembangkan wisata olahraga, religi.
“Kemaren solo mendapat rekor MURI transaksi digital di pasar tradisional. Pasar mebel di Gilingan tidak ditolak nantinya akan dibangun menjadi pusat permebelan di Solo. Bahkan Solo juga mendapat predikat “Weilness Of Tourism”.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menjelaskan Covid masih membahayakan kita, recovery juga harus dilaksanakan dengan hati-hati. Pertumbuhan ekonomi Jateng mengalami peningkagan, infrastruktur yang dibangun di Soloraya pun mulai menggeliat, antara lain tol, flyover purwosari, pembangunan kereta bandara di Adi Sumarmo. Komoditi yang ada di Soloraya juga sudah termasuk banyak pada setiap daerah. UMKM yang ada di Soloraya juga sudah bagus dan dapat dipertimbangkan di Internasional.
Sementara itu, Bupati Juliyatmono mengaku mendukung 1000% Solo mengadakan event Internasional, jika Solo tidak ada event Internasional kami yang di daerah ini tidak ada sanggahan. Bupati juga mengajak berkolaborasi dengan baik. Orang nomor satu di Bumi Intanlari ini berkata semua harus menata diri agar ekonomi dapat membaik di era pandemi ini. Support untuk mengadakan event internasional terutama di kota Solo. Event ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat bagus. Di Soloraya ini sudah mempunyai kekompakan yang baik, tinggal menunggu komando dari pusat.(Ard/Dto)
