
KARANGANYAR – Ditengah guyuran hujan tak menghalangi masyarakat Dusun Watu Tumpuk, Desa Kadipiro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar untuk datang ke pengajian akbar desa setempat. Rupanya pengajian berbarengan diresmikan Masjid Al Munawworoh hasil patungan Bersama. Dengan kurun waktu lima bulan, masjid dua lantai itu diresmikan oleh Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, Sabtu (12/02).
“Gotong-royong masyarakat Dusun Watu Tumpuk sangat luar biasa. Kami Pemkab Karanganyar sangat bangga dan mengucapkan syukur jika niat itu ada maka jalan untuk mewujudkan tersedia,” papar Rober Christanto dihadapan ratusan masyarakat Dusun Watu Tumpuk.
Dia meminta masyarakat setempat untuk memakmurkan masjid Al Munawwaroh tersebut. Diisi berbagai kegiatan untuk keilmuan dan ekonomi umat. Ilmu untuk menambah pengetahuan keagamaan sedangkan untuk ekonomi bisa jejaring agar ekonomi masyarakat meningkat. “Bangun dengan gotong-royong seperti ini selesai maka Ekonomi juga tumbuh. Contoh kecil, membeli pada tetangga sendiri sehingga ekonomi juga bergerak,” imbuhnya.
Sementara Kades Kadipiro, Larsito menambahkan nama Munawaroh diambilkan dari nama ustad yang dulu ngajar di Desa Kadipiro. Namun saat ini, beliau sudah berada di Jawa Timur. Untuk memberikan penghargaan atas ilmu yang diberikan kepada masyarakat setempat maka masjid tersebut diberi nama Al Munawaroh. “Masjid ini hasil patungan Bersama masyarakat setempat. Pengerjaaan sendiri selama enam bulan,” tuturnya. (adt)
