Dapat SK Penetapan Area Definitif, KHDTK Bromo Siapkan Sarana Pendidikan dan Pelatihan

Kepala UPT Pendidikan dan Pengelola Kehutanan UNS Solo, Dwi Priyo Ariyanto memberikan keterangan pers

 

KARANGANYAR – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah plong dengan keluarnya SK Penetapan Area Definitif untuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Bromo, di Kelurahaan Delingan, Kecamatan Karanganyar. Dengan keluarnya SK tersebut Kawasan KHDTK luasnya mencapai 129,291 hektar dan mulai dirancang pemanfaatan pengelolaan KHDTK Bromo untuk Pendidikan, pelatihan dan Kawasan wisata. Bahkan, ‘ngunduh mantu ‘ di kawasan alam Bromo juga diperbolehkan.

Kepala UPT Pendidikan dan Pengelola Kehutanan UNS Solo, Dwi Priyo Ariyanto menyampaikan, akan melakukan pengembangan KHDTK tidak hanya sebagai hutan hasil bukan kayu (HHBK) tapi juga jasa lingkungan, wisata alam dan pendidikan serta pelatihan secara bertahap.  Sebelumnya, pihaknya memang mengalami kendala saat hendak melakukan penataan di dalam KHDTK Bromo. Mengingat pihak UNS Solo belum dapat SK alih kelola dari Kementerian Lingkungan Hutan dan Kehutanan (KLHK). “2018 kita sudah mendapatkan SK alih kelola dari Perhutani ke UNS. Alhamdulillah bulan kemarin mendapatkan SK penetapan area definitif,” katanya usai penanaman bibit pohon dalam rangka gerakan ijo royo-royo, Selasa (14/12).

SK tersebut menjadi dasar bagi pihak UNS dalam rencana pengembangan 20 tahun kedepan. Dasar rencana pengembangan tersebut akan segera dikirim oleh pihak UNS ke KLHK. Harapannya ini tidak hanya sektor kehutanan secara sempit tapi semua bidang. Kedepan akan disosialisasikan ke fakultas dan prodi di UNS untuk program Kementerian Pendidian MBKM, (merdeka belajar kampus merdeka).  Dengan begitu KHDTK Bromo ini nantinya dapat dijadikan sebagai tempat praktek bagi para mahasiswa UNS Solo. Di samping itu saat ini masih dilakukan persiapan terkait area outbound di KHDTK Bromo. Selain itu nantinya wedding forest juga dapat dilangsungkan di tempat ini.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, kolaborasi antara Pemkab Karanganyar dengan UNS Solo telah membuahkan hasil dengan diberikannya kepercayaan dalam pengelolaan KHDTK Bromo oleh KLHK. “Oleh UNS kan terus disiapkan menjadi tempat penelitian. Sekarang sudah dalam proses penataan. Ada budidaya madu klanceng, penanaman pohon durian, persiapan domba silvopasture,” ungkapnya.

Menurutnya dengan adanya pengembangan KHDTK Bromo ini akan berdampak terhadap masyarakat sekitar karena lokasinya berada di Kabupaten Karanganyar. “Jika sudah dirancang dengan baik, saya yakin optimis tempat ini menjadi tempat yang cukup menjanjikan untuk masa depan,” pungkasnya. (hr/adt)