

KARANGANYAR – Untuk menangkal berita hoax dan memberdayakan perempuan, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Karanganyar mengadakan pelatihan Jurnalistik dan MC di Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar, Minggu (14/11). Tujuan dari pelatihan tersebut, WKRI ingin ikut berperan aktif untuk mencegah dan menangkal berita bohong di era yang penuh dengan informasi seperti ini. Dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, diharapkan pelatihan tersebut dapat membuat WKRI lebih handal dalam menulis pelaporan dan menulis informasi berita kegiatan Wanita Katolik.
“Arus informasi yang demikian pesat dan tidak terbendung banyak berita-berita yang tidak benar. Bahkan tidak jarang muncul berita yang tidak dikehendaki masyarakat dan akan membuat kacau suasana. Oleh karena itu, WKRI ingin menjadi bagian penting untuk mencegah berita bohong dengan mengadakan pelatihan Jurnalistik,” papar Ketua WKRI Cabang Karanganyar, Elizabeth Endang Trisnawati, B.Sc.

Untuk pelatihan Jurnalistik, Elizabeth mengundang Vincentius Langgeng Widodo, wartawan cetak Suara Merdeka Surakarta. Diharapkan dengan hadirnya wartawan senior mampu membuat para ibu-ibu melatih menulis dengan baik dan benar.
Pada kesempatan itu juga diadakan pelatihan Master Of Ceremony (MC) dengan mendatangkan pembicara Heribertus Supriyanto. Diharapkan dengan hadirnya Heribertus mampu membuat WKRI lebih handal dalam membawakan acara. Sebab selama ini dalam membawakan acara masih banyak yang salah dan keliru. “Kami berharap dengan pelatihan ini akan membuat WKRI lebih handal dan mantab saat membawakan acara. Selain itu, ada trik-trik untuk menghidupkan suasana yang perlu ada,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar, Drs Sujarno, M.Si menyambut baik digelarnya pelatihan jurnalistik untuk para wanita katolik.Dengan tetap menjaga Prokes, Sujarno berharap WKRI dapat membantu menyebarluaskan informasi pembangunan dan kemasyarakatan di Bumi Intanpari. Sebab peran wanita sangat strategis dan diharapkan mampu memberikan informasi yang benar dan akurat. “Arus informasi dan perubahaan zaman membuat siapapun harus mengetahui dunia jurnalistik atau dunia tulis menulis. Dengan mengetahui dan bisa menulis akan membuat suatu informasi itu menjadi akurat dan menjadi terdepan dalam menangkal berita bohong atau hoks,” ujar Sujarno.
Mantan Sekretaris DPRD Karanganyar tersebut, berharap wanita Katolik dapat bergabung dengan jurnalis Karanganyar yang lain. Sebab Pemkab memberikan fasilitas ruangan MC dan internet. Diharapkan dengan saling sinergi tersebut akan menyebarluaskan informasi pembangunan di Karanganyar. Sehingga dunia keinformasian menjadi benar dan jauh dari hoks atau berita bohong. (hr/adt)
