Penuh Keajaiban, Tanpa Proposal Bantuan, Masjid dan Asrama Santri Ponpes Darul Quran Segera Terwujud

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Asrama Santri Darul Quran oleh BUpati Karanganyar

KARANGANYAR – Rencana pembangunan Masjid dan Asrama Darul Quran di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu penuh dengan keajaiban. Sebab, pengurus tidak pernah menggunakan proposal atau meminta bantuan kepada siapapun untuk terbangunnya masjid dan Asrama Darul Quran. Namun itu semua dari Allah SWT yang menggerak siappun untuk menyumbangkan pembangunan Masjid dan Asrama Santri.

“Oleh guru kami, diminta untuk membuat proposal kepada siapapun, Cukup Allah SWT yang Maha Kaya Raya yang membantu. Benar ibu bapak, tanpa kita minta beberapa orang mewaqafkan tanah dan menyumbangkan dana miliar rupiah untuk pembangunan Masjid dan Asrama Darul Quran,” papar Ketua Yayasan Darul Quran, Drs Adib Ajiputra

Adib mengaku memang sumbangan itu berasal dari mana saja. Misalnya ada santri gontor yang tiba-tiba datang dan membantu pembangunan. Ada juga dari aspri Gusdur saat itu membantu pembangunan asrama putri dan masih banyak lagi bantuan dari berbagai kalangan. “Allah Maha Kaya  dan ini semua kekuatan doa dari santri dan orang tua kami. Program bapak bupati dengan kami sama. Klau kami satu desa satu rumah Hafiz, sedangkan Pemkab Karanganyar satu desa satu hafiz al Quran,” ungkapnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan ucapan terima kasih dan bersyukur atas dibangunnya Masjid dan Asrama Santri Darul Quran. Sungguh, kekuatan Allah tidak terbatas mampu membuat siapapun mewaqafkan tanah dan menyalurkan sedekah untuk membangun generasi muda berilmu pengetahuan dan beraklakul karimah. “Semoga Ponpes mampu menciptakan generasi-generasi penghafal Al Quran dan mengusai tehnologi dapat memimpin Bangsa ini ke depan,” papar BUpati Karanganyar.

Pihaknya juga mendorong yang hadir atau siapapun untuk membantu program-program ini dengan jalan sedekah. Harta tidak akan dibawa mati namun akan membantu dikemudian hari jika sedekahkan. “Mudahan-mudahaan, cerita dari Bapak Adib tadi menginspirasi kita semua. Bapak-bapak iku segera dijual tanah untuk membantu pembangunan masjid atau rumah tafidz agar amal jariyah tidak akan terputus sepanjang rumah ini dipergunakan untuk kebaikan,” ungkap Bupati. (hr/adt)