
KARANGANYAR – Sebanyak 3000 an, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) mengikuti latihan gabungan Se Solo Raya di Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso dan Desa Gentan, Kecamatan Kerjo. Bupati Karanganyar, Juliyatmono berkesempatan menutup acara latihan gabungan tersebut. Dengan penuh semangat, orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar diharapkan mampu menjadi kader yang unggul dan menonjol dimanapun berada.
“Silahkan kader-kader terbaik dari KOKAM, ikuti pilkades, Pileg atau apapun. Perjuangan dakwah dengan berada di kekuasan akan jauh lebih mudah.Misalnya jadi kades, membuat program pengajian maka mau tidak mau semua akan mengikuti pengajian yang telah diprogramkan desa,” papar Juliyatmono saat ‘membakar’ semangat KOKAM se Solo Raya di West Garden Resto, Kerjo.
Dia menambahkan Latihan gabungan diharapkan bisa dilakukan secara rutin dengan tempat bergantian. Hari ini Karanganyar, lain waktu bisa Sragen atau daerah Solo Raya lainnya.Sehingga akan tercipta kader-kader yang tangguh dan handal. Menjelang muktamar Muhammadiyah adakah apel bersama sehingga harapan 10.000 KOKAMpada tahun 2027 akan terwujud. “Lahirnya Karanganyar dan Muhammadiyah ini sama tanggalnya yakni 18 Nopember. Muhammadiyah sebagai organisasi juga ikut berjuang mendirikan bangsa ini, sehingga diharapkan KOKAM juga berani mengingatkan, mengkritisi apa yang dilakukan pemerintah. Supaya pemerintah berjalan sesuai dengan spirit nilai-nilai Ketuhanan,” ungkapnya.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Eko Pujiatmoko, mengatakan KOKAM harus tangguh dalam tugas-tugas kemanusian.Termasuk mensukseskan vaksin di Solo Raya. Di Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Purwokerto sudah memberikan beasiswa untuk KOKAM Rp 1 Miliar. “Saya harap perguruan tinggi di Solo Raya juga dapat memberikan bantuan beasiswa kepada KOKAM,” ujar Eko. (hr/dt)
