Hidupkan Terminal Mbangun (Makutoromo, Pemkab Karanganyar Gandeng The Lawu Group Launching Makutoromo Tourism Center

 

 

 

Launching Makutoromo Tourisme Center Karangpandan

 

KARANGANYAR- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus berupaya keras untuk menghidupkan Terminal Mbangun Makutoromo di Karangpandan.
Upaya itu dengan berkolaborasi dengan pihak swasta –The Lawu Group– untuk mengelola terminal wisata Makutoromo dengan membranding Makutoromo Tourism Center (MTC). Kolaborasi itu juga menggandeng pelaku usaha kecil mikro dan menengah untuk menjalankan kegiatan usahanya.
“Konsep pembaharuan bagi Terminal Wisata Makutoromo dengan cara mempermudah akses bagi kendaraan bus pariwisata untuk masuk. Kemudian memfungsikan bangunan utama menjadi rumah makan dan pusat oleh oleh yang menjual produk produk lokal dari pelaku UMKM dan EKRAF di Kabupaten Karanganyar,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto.

Titis menambahkan konsep pusat informasi yang diterapkan yakni dengan bekerjasama dengan pengelola wisata untuk menampilkan display informasi wisata dari destinasi masing masing wisata. Selain itu, juga menjual tiket terusan dan menjual promo diskon yang dijual dengan harga lebih murah.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan hujan yang mengguyur siang ini menjadi tanda berkah dari Allah SWT. Mudah-mudahaan hujan saat ini menandakan Terminal Mbangun Makutoromo subur dan rejeki mengalir lancar. Bupati mengaku membangun Terminal Makutoromo karena dulu kumuh. Padahal secara teori ekonomi tempat ini dilewati semua masyarakat yang ingin wisata di Tawangmangu, Karangpandan dan Matesih. Bahkan, harapan Bupati dulu menjadi pusat oleh oleh dan pusat informasi wisata di Karanganyar. “Saya minta Kepala Dinas Pariwisata cari siapa saja yang menghidupkan kembali tempat ini. Gak bayar gak apa apa, asalkan dapat mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga meminta pagar pagar di depan terminal untuk dirobohkan. Hal itu supaya dari luar terlihat jika disini ada aneka kuliner atau aneka oleh oleh yang bisa dibawa ke daerah asal wisatawan. (hr/dt)