
KARANGANYAR – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III tahun 2021 di Desa Plosrejo, Kecamatan Matesih resmi ditutup Dan Satgas TMMD, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo S.I.P, (14/10). Dalam penutupan tersebut, Dansatgas TMMD meminta untuk selalu menjaga gotong royong. Sebab budaya gotong-royong dan membantu orang lain adalah ciri masyarakat Indonesia.
“Terus pupuk semangat kebersamaan, persatuan, toleransi atas perbedaan dan budaya gotong-royong. Saya meminta agar fasilitas dan sarana prasarana yang telah dibangun untuk tetap dijaga dan dipelihara agar dapat bermanfaat dalam kurun waktu yang cukup lama bagi masyarakat,” papar Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo S.I.P.
Dia menambahkan penyerahaan hasil TMMD Sengkuyung tahap III ini sekaligus menandai berakhirnya program TMMD tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan serentak di Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. TMMD yang diprogramkan 3 kali pada tahun 2021 ini, adalah wujud nyata pengabdian TNI untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah, demi tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat. Tema TMMD kali ini TMMD wujud sinergi membangun negeri. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama-sama membangun daerah, guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan di bidang teknologi, ekonomi dan sosial budaya,” imbuhnya.
Kegiatan TMMD sendiri berlangsung selama 30 hari yaitu terhitung dari 15 September – 14 Oktober. Kegiatan TMMD mempunyai 2 sasaran yaitu sasaran fisik dan nonfisik. Untuk sasaran fisik sendiri antara lain seperti, pembangunan jalan dan jembatan. Untuk sasaran non-fisik sendiri antara lain seperti sosialisasi vaksin, sosialiasai etika dan praktek lalu lintas, sosialisasi dalam hal hajatan di masa pandemic. Selain itu, juga sosialisasi peran Satgas Covid, penyuluhan perencanaan pembangunan, penyuluhan pemulasaran jenazah covid, penyuluhan pencegahan narkoba, serta penyuluhan wawasan kebangsaan. Dengan hasil sasaran fisik dan non fisik 100%. (nida/hr)
