Pemkab Karanganyar Gelar Tradisi Jamasan Keris Kyai Pamot Pemberian KGPAA Mangkunegara VIII

 

 

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar di dampingi Sekda Karanganyar, Staf Ahli dan beberapa Kepala OPD hadiri prosesi Jamasan Pusoko Kanjeng Kyai Pamot yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Karanganyar menggelar tradisi jamasan atau ngumbah Keris Kyai Pamot di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (26/8/2021) malam.

Keris Kyai Pamot merupakan pemberian dari Kanjeng Gusti Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VIII.

Keris tersebut disimpan di dalam almari coklat dengan motif ukir yang diletakan di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Adapun bagian dalam almari tersebut ditutup dengan tirai hijau dan kain kuning gading.

Dari pantauan di lokasi, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karanganyar, Rusmanto bertugas mengambil kotak kayu berisi Keris Kyai Pamot didampingi Kepala BKD Karanganyar, Kurniadi Maulato dari dalam almari.

Kotak kayu tersebut lantas diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono untuk kemudian diberikan kepada perwakilan dari Pura Mangkunegaran Solo, KRMT Lilik Priharso Tirtodiningrat.

Selanjutnya, kotak kayu berisi keris itu diberikan kepada abdi dalem untuk dilangsungkan prosesi jamasan.

“Jamasan ini setahun sekali, kalender Jawa ditempatkan saat bulan suro. Tradisi saja, sebagai bagian dari merawat pemberian seseorang. Keris yang namanya Kyai Pamot itu pemberian Mangkunegara VIII sebagai simbol penanda Kabupaten Karanganyar,” kata Juliyatmono usai prosesi jamasan keris.

Dia menuturkan, keris tersebut merupakan simbol penanda berdirinya Kabupaten Karanganyar.

Seperti diketahui bersama, hari jadi Bumi Intanpari diperingati setiap tanggal 18 November.

“Besok (18 November 2021), itu sudah berusia 104 tahun,” ucapnya.

Prosesi jamasan keris berlangsung secara sederhana dan khidmat.

Keris yang dikeluarkan dari dalam kotak kayu oleh seorang abdi dalem lantas dibersihkan dengan air kembang.

Usia dibersihkan keris tersebut kemudian di masukan ke dalam kontak kayu dan disimpan kembali ke dalam almari coklat di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.