

KARANGANYAR – Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia ditengah Pandemi Covid-19 hendaknya dijadikan momentum untuk saling menguatkan, berbagi dan membantu diantara kita. Sebab semua masyarakat mengalami dan merasakan dampak yang luar biasa terhadap Covid-19. Dengan saling menguatkan, menambah keimanan, serta berbagi kepada yang membutuhkan dan tetap menjalankan protokol kesehatan merupakan cara terbaik melawan Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam Malam Tirakatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI yang digelar sangat terbatas dengan penerapan prokes di ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Senin (16/08)
Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar tersebut juga mengingatkan untuk mengambil semangat dan jiwa patriotisme para pahlawan bangsa yang gugur di medan laga membela kemerdekaan. Hekekatnya saat ini, kita semua pun tengah berperang melawan musuh yang tak tampak yakni Covid-19. Dengan mengorbarkan semangat kebangsaan semoga Covid-19 segera sirna dari bumi pertiwi. “Tenaga kesehatan, Babinkantibmas, Babinsa dan kita semua harus bahu membahu melawan Covid-19. Dengan kebersamaan ini, Covid-19 dapat melemah dan kita bisa merdeka dari cengkeram Virus Covid-19,” papar Juliyatmono.
Pihaknya mengajak seluruh masyarakat Karanganyar untuk menggunakan senjata ampuh melawan Covid-19 yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Bupati juga menyampaikan bahwa vaksinasi di Kabupaten Karanganyar mencapai 56 persen.
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dr. Iwan Setiawan. Dokter spesialis THT ini memaparkan perjuangan nakes sebagai garda terdepan Covid-19 seperti halnya ketika berjuang dalam meraih kemerdekaan bangsa ini. Para pejuang bangsa dengan tekad yang kuat, ikhlas, pantang menyerah dan tidak memikirkan hidup dan mati. Demikian juga yang dilakukan nakes, meski tahu resiko terpapar virus sangat tinggi namun tidak mundur. Para pejuang kesehatan terus memberikan pelayanan terbaik. “Jika yang satu kena, maka yang lain tidak menggurutu dan langsung mengganti. Semangat kesetiakawanan dan pantang menyerah ini, terus dilakukan para nakes,” ungkapnya.
Setidaknya ada 3 (tiga) orang tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena Covid-19. Yakni dr. Sutiyono spesialis kandungan, dr. Septiarko spesialis anak dan perawat senior Bambang Joko Triyanto. Proses dari terpapar Covid-19 sampai meninggal dunia berlangsung sangat cepat. Kejadian ini tidak memundurkan tekad dn semangat teman teman nakes dalam berjuang melawan Covid-19. “Kemerdekaan bangsa diartikan keberhasilan mengusir penjajah. Kemerdekaan bangsa dari Covid-19 dengan mengusir racun racun virus,” imbuhnya. (hr/adt)
