
KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kembali membagikan isi ulang oksigen kesehatan gratis untuk masyarakat. Kali ini, masyarakat yang ‘ketiban’ untung adalah masyarakat di wilayah Kecamatan Colomadu. Digelar mulai pukul 09.00 WIB, pelaksanaan pembagian isi ulang oksigen kesehatan tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Bupati Karanganyar, Juliyatmono turut hadir dan memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang membutuhkan oksigen.
“Saya minta pelayanan isi ulang oksigen kesehatan gratis untuk masyarakat Colomadu dilayani sampai pukul 16.00 WIB. Saya pastikan semua dapat dilayani dengan baik,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono usia mengecek langsung di Kecamatan Colomadu, Senin (02/08).
Kegiatan isi ulang oksigen kesehatan gratis ini akan terus digencarkan Pemkab. Karanganyar. Selanjutnya, rencana akan bergeser ke kecamatan yang lain. Melalui kegiatan ini, orang nomor satu di Karanganyar tersebut berharap semua dapat sehat. “Saya pastikan jika oksigen untuk masyarakat aman dan tercukupi,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bupati Karanganyar meminta masyarakat Colomadu yang tengah menjalani Isolasi Mandiri (isoman) di rumah untuk dipusatkan di gedung Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Sumber Daya Masyarakat (PPRBM). Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan ke keluarga atau masyarakat yang sehat, sehingga dapat menjalani isolasi terpusat di gedung PPRBM. “Tempatnya nyaman, luas dan tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Salah satu untuk menuntaskan Covid-19 yakni dengan isolasi terpusat,” imbuhnya.
Elly, warga Desa Gawanan, Colomadu menyambut baik langkah dan kehadiran Pemkab. Karanganyar membagikan isi ulang gratis oksigen dikarenakan masyarakat saat ini sulit mendapatkan oksigen. Elly mengaku bahwa untuk mendapatkan oksigen perlu waktu selama 2 (dua) hari. Pihaknya meminta kegiatan ini dapat berlangsung terus-menerus atau minimal satu bulan sekali. “Saya berterima kasih dengan Pemkab. Karanganyar yang luar biasa perhatiannya kepada masyarakat seperti kami. Saya memang butuh untuk mengobati kakak yang sakit jantung. Satu tabung ini biasanya hanya untuk tiga jam,” beber Ely.
Hal senada juga diungkapkan Partono, warga Baturan. Pensiunan tentara ini mengaku memang sulit untuk mendapatkan oksigen. Jika antri hari Senin, baru hari Kamis mendapatkan isi ulang. Harganya pun bisa mencapai Rp 70 ribu. Melalui isi ulang gratis ini masyarakat sangat terbantu. “Ini lumayan pakai banget, karena Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat yang membutuhkan oksigen. Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan,” ungkap Partono. (hr/adt)
