Besok, Groundbreaking Mal Pelayanan Publik

KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bertekad memberikan kemudahaan dan pelayanan prima bagi para investor. Tekad itu diwujudkan dengan menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP) bagi para usahawan baru dan investor. Rencananya, besok bakal dilakukan peletakaan batu pertama pembangunan gedung MPP.
“Pemerintah terus mempercepat dan mempermudah investasi di Kabupaten Karanganyar. Yang jelas memiliki kepastian hukum dan nyaman,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan pengarahaan dan sosialisasi penanaman modal dan bimbingan teknis Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha di Kabupaten Karanganyar, di Hotel Alana, Colomadu.

Dia menambahkan butuh kerja keras mewujudkan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen, sebagaimana target pemerintah pusat. Hal itu dapat terwujud, salah satunya jika 20 persen penduduk terlibat di sektor swasta dan industri.

“Dari semula minus, ditarget tumbuh 7 persen. Bukan hal mudah. Maka dari itu presiden mengangkat Menteri Investasi,” katanya.

Kepada pemilik usaha di Karanganyar, ia meminta manajemen tak sekadar membangun pabrik di wilayahnya. Tapi juga memindah kantor pusat manajemen di Bumi Intanpari. Itu supaya kontribusinnya dalam perpajakan masuk ke Kabupaten Karanganyar.

“Kalau ada masalah di pabrik, Pemkab ikut ambil bagian dalam menyelesaikan. Seharusnya mereka juga berkontribusi ke Karanganyar dalam hal pajak. Selama ini, kantor pusatnya di Ibu Kota. Sebaiknya digeser ke Karanganyar saja,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karanganyar, Timotius Suryadi mengatakan nilai investasi di Kabupaten Karanganyar tahun 2020 tercapai melebihi target. Dari yang ditargetkan Rp1,27 triliun, terealisasi Rp2,9 triliun. Nilai investasi itu dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PDMA).

“Data ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) sudah tercapai. Dari angka tersebut, sebenarnya bisa dilihat tak semua industri mengalami kemunduran akibat pandemi. Bahkan ada yang malah ekspansi usaha berupa perluasan pabrik,” katanya.

Ekspansi tersebut dilakukan pemilik pabrik permen Yupi di Kebakkramat. Timotius menyebut perluasan area pabrik untuk menambah kapasitas produksi. Pemilik usaha berencana menyuplai permen itu ke pasar di wilayah Asia Tenggara.

“Dari permodalan yang dicatatkan ke DPMPTSP, nilai ekspansi sampai puluhan miliar rupiah,” katanya. (hr/adt)