KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar secara resmi mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Karanganyar Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi pelantikan yang digelar pada Jumat (23/1/2026). Pengukuhan dilakukan […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. hadir dan membersamai masyarakat dalam kegiatan pagelaran wayang kulit dalam rangka tradisi bersih dusun, Kamis (22/1/2026). […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar semakin optimistis mendukung swasembada pangan di Indonesia dengan menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lumbung bawang putih nasional. Hal tersebut […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., meninjau Pasar Karangpandan, Kamis (22/1/2026), untuk melihat langsung […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E., menandatangani berita acara persetujuan bersama antara Bupati Karanganyar […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp30 juta kepada warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Gunung Lading, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso […]
Baca SelengkapnyaTerkait dengan proses seleksi direksi dari PUDAM Tirta Lawu sesuai dengan jadwal pada pengumuman seleksi, sampai dengan penutupan pemasukan berkas tanggal 21 Januari 2026, bersama […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M. mengunjungi Posko Pencarian Korban Hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (20/1). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama melalui kehadiran langsung Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar pada kegiatan Pekan Doa Sedunia […]
Baca SelengkapnyaKARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerima kunjungan utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangkaian tradisi Labuhan Lawu yang dilaksanakan atas dhawuh Sri Sultan Hamengku Buwono […]
Baca SelengkapnyaCandi Cetho merupakan sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Sampai saat ini, komplek candi masih digunakan oleh penduduk setempat yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan dan juga sebagai tempat pertapaan bagi kalangan penganut agama asli Jawa/ Kejawen. Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan rereuntuhan batu pada empat belas dataran bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur.
Di museum ini kita dapat melihat dan mempelajari jejak kehidupan manusia purba dari struktur dan lapisan tanah yang telah ada berjuta-juta tahun silam. Di sini, kita dapat memperoleh informasi lengkap tentang kehidupan manusia purba di pulau Jawa yang dapat menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti antropologi, arkeologi, geologi, paleoantropologi, dan lain sebagainya.
Teras atau undak pada candi ini diawali dengan bangunan gapura yang bemama Paduraksa. Gapura ini mirip dengan pylon, sejenis gapura masuk ke Piramida di Mesir. Ambang pintu gapura ini berhias kala berjanggut panjang, sebuah relief yang tidak ditemui di candi-candi Hindu. Pada sisi kanan dan kin gapura terpampang relief yang menggambarkan seorang yang tengah berlari dengan menggigit ekor ular naga yang sedang melingkar.
Edupark merupakan wahana tempat pembelajaram atau pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Adapun bentuk dan jenis wahana pendidikan terdiri dari dua jenis alat angkut yaitu 1 ( satu ) unit pesawat terbang Jumbo jet dimodifikasi dengan nama Lawu Air Karanganyar dengan kapasitas penumpang lebih dari 100 (seratus ) Orang dan 1 (satu) Unit Helikopter dengan kapasitas penumpang 6 Orang.



