Peduli Petugas Garda Terdepan Covid-19, Korpri Kabupaten Karanganyar Berikan 700 Paket Sembako

Ketua Korpri Kabupaten Karanganyar, Sutarno membagikan paket sembako kepada pejuang garda terdapan dalam penanganan Covid-19


KARANGANYAR – Sebanyak 700 paket sembako diberikan kepada pejuang dan petugas garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karanganyar melalui organisasi Korpri Kab. Karanganyar, Jumat (30/07). Pemberian paket itu langsung diberikan oleh Ketua Korpri Sutarno, bersama dengan Wakil Ketua Korpri Sucahyo, Sekretaris Timotius Suryadi, dan anggota Sujarno. Pemberian paket sembako tersebut diharapkan setidaknya menambah semangat para petugas sampah di DLH, petugas pemulasaran jenazah di RSUD dan BPBD Karanganyar, petugas kebersihan DPU dan petugas di lingkungan Sekretariat Daerah Kab. Karanganyar.
Ketua Korpri, Sutarno mengatakan bahwa bantuan berupa paket sembako ini merupakan wujud kepedulian dan kegotong-royongan para ASN Kabupaten Karanganyar dalam membantu masyarakat terdampak pandemi Covid-19, terutama kepada para pejuang dalam penanganan Covid-19 serta masyarakat terdampak. Kepedulian terhadap situasi pandemi itu diwujudkan dengan tenaga dan pikiran yaitu dengan menyisihkan pendapatan yang diperoleh untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan. “Mudahan-mudahan, Covid-19 segera berlalu sampai zero di Karanganyar. Melalui penyaluran bantuan paket sembako ini, diharapkan dapat meringankan kebutuhan pangan masyarakat di tengah pandemi ini”, ungkap Sutarno yang juga merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Karanganyar.
Salah satu petugas pemulasaran jenazah RSUD Karanganyar, Joko Santoso mengatakan bahwa di RSUD terdapat 3 (tiga) tim pemulasaran jenazah. Pada 1 (satu) tim terdiri dari 7 (tujuh) orang yaitu 5 (lima) orang petugas pemulasaran dan 2 (dua) koordinator. Dalam sebulan terakhir ini, Joko mengatakan sudah ada 200 (dua ratus) jenazah yang dimakamkan. Biasanya dalam satu bulan hanya 30-50 jenazah. “Bulan ini memang puncak-puncaknya. Saya mulai memandikan, pemulasaran dan menguburkan dalam satu paket. Dari keluarga hanya menyiapkan liang lahatnya saja”, ucap Joko.
Dia mengaku dalam 1 (satu) hari pernah memandikan dan mengkafani 17 (tujuh belas) jenazah. Bapak dari 2 (dua) orang anak ini jujur mengakui jika kewalahan. Beruntung Joko masih dibantu oleh relawan dari BPBD Kabupaten Karanganyar karena pemulasaran 1 (satu) jenazah membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. “Nunggu dari bangsal 1 jam, kemudian dari tim siap dan kurang lebih memandikan satu jam. Terkadang dalam dua hari tidak pulang,” imbuhnya.
Lebih jauh, Joko mengaku gembira mendapatkan perhatian dari Pemkab. Karanganyar berupa bantuan paket sembako. (hr/adt)