KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar perayaan Hari Jadi ke-108 pada Jumat (14/11/2025) dengan meriah. Ribuan masyarakat memenuhi sepanjang ruas Jalan Lawu dari Papahan hingga Buk Siwaluh untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan budaya dan hiburan rakyat yang dikemas sebagai perayaan akbar daerah.

Jalan sepanjang lima kilometer tersebut disulap menjadi ruang ekspresi budaya, panggung seni tradisional, sekaligus arena pemecahan rekor MURI. Prosesi kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB ketika Bupati Karanganyar H. Rober Christanto, S.E., M.M., Wakil Bupati H. Adhe Eliana, S.E., serta jajaran Forkopimda berangkat dari Pendopo Rumah Dinas Bupati menggunakan kendaraan Jeep menyusuri rute Karanganyar–Tasikmadu. Rombongan melintasi kawasan Pabrik Gula Tasikmadu sebelum tiba di Papahan untuk melakukan peninjauan langsung terhadap rangkaian acara.

Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias melambaikan tangan dan mengabadikan momen kedatangan rombongan. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menambah semarak suasana, meski agenda yang dilakukan merupakan peninjauan resmi, bukan arak-arakan atau pawai.
Setibanya di simpang empat Papahan, Bupati Rober dan Wakil Bupati Adhe melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri deretan stand sound system milik anggota Asosiasi Pengusaha Sound Indonesia (APSI) Karanganyar. Warga segera merapat untuk menyambut dan berswafoto bersama kedua pimpinan daerah tersebut.
Pada setiap stand, Bupati dan Wakil Bupati disambut pertunjukan kesenian Reog. Iringan musik tradisional dan atraksi para pemainnya menambah kemeriahan. Antusiasme warga begitu tinggi, terlihat dari banyaknya permintaan swafoto yang dilayani Bupati dan Wakil Bupati dengan sabar. Di salah satu titik, Bupati Rober bahkan ikut mengangkat kepala Reog, memancing sorak dan tepuk tangan masyarakat.

Sejak siang hari, Jalan Lawu telah diramaikan oleh penampilan seni dari 12 grup Reog dan 25 kelompok Jaran Bigar. Para penampil menyuguhkan atraksi terbaik dengan kostum khas dan gerakan energik. Banyak keluarga membawa anak-anak mereka untuk menikmati suguhan budaya yang jarang ditampilkan dalam skala sebesar ini, menjadikan Jalan Lawu layaknya festival budaya yang meriah dan sarat nilai tradisi.
Puncak perayaan sore hari ditandai dengan pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 360 unit sound system secara serentak. Perangkat audio yang terpasang rapat dari Papahan hingga Buk Siwaluh disambungkan secara paralel sehingga menghasilkan suara yang keluar bersamaan dari seluruh titik. Inovasi ini sekaligus memperpanjang capaian rekor MURI sebelumnya pada 2022 yang hanya mencakup jarak tiga kilometer.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Nugroho, S.Sos., M.Hum., menjelaskan bahwa penyalaan serentak 360 sound system ini tidak hanya bertujuan melampaui rekor nasional, tetapi juga menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam merawat seni tradisional lokal dan memperkuat eksistensi komunitas pelaku usaha sound system melalui APSI.
“Kolaborasi ini menjadikan perayaan Hari Jadi semakin istimewa. Tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga menghadirkan prestasi melalui pemecahan rekor MURI,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Bupati Rober menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-108 bukan sekadar momentum hiburan, tetapi wadah mempererat kebersamaan masyarakat Karanganyar.
“Kemeriahan ini adalah milik seluruh warga. Semangatnya adalah sesarengan mbangun Karanganyar. Dengan gotong royong, Karanganyar akan semakin maju dan masyarakatnya makin sejahtera,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari seniman, APSI, hingga masyarakat yang menjaga ketertiban sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan aman.
“Kita berhasil mencatatkan rekor, tetapi yang terpenting adalah rasa persatuan yang tumbuh hari ini,” pungkasnya.

