Gerakan Pangan Murah Karanganyar Dipusatkan di Jaten, Hampir 1 Ton Langsung Ludes

KARANGANYAR – Gerakan pangan murah Karanganyar dipusatkan di Jaten, dan serentak 17 kecamatan mengadakan pasar murah tersebut. Satu kecamatan menurut Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) didrop 1,5 ton, dan ada sekitar 24 ton beras dari Bulog yang dijual murah ke masyarakat.

Plt Kepala Dispertan PP, E. Wihartomo, S.Pt., M.M. yang biasa dipanggil Tomo didampingi Camat Jaten Juli Padmi Handayani, S.Sos., M.M. yang menyaksikan langsung gerakan pangan murah di halaman kecamatan Jaten melihat antusisme masyarakat. Dalam satu jam hampir satu ton beras terjual.

Mobil dinas Camat Jaten harus hilir mudik dipakai untuk mengangkut beras dan mengambil dari Bulog, Sapen yang hanya 400 meter dari lokasi. Beras sudah dipak 5 kilogram dan dijual Rp 58.000. Sedangkan paket gula pasir dan minyak seliter dijual Rp 33.000,’.

‘’Kalau beras relative laku, bahkan Mojogedang dan Ngargoyoso sudah ludes dan minta didrop tambahan 1 ton lagi. Memang masyarakat senang karena beras lumayan enak hanya dijual Rp 11.000 padahal saat di pasar paling murah dijual Rp 13.500 sampai Rp 14.000 perkilo,’’ kata Tomo, Sabtu (30/8).

Informasi dari Kementan, pemerintah tetap akan melakukan operasi pasar lewat kecamatan, Polsek dan Koramil, dan disediakan beras 1,3 juta ton. Ini untuk menekan harga beras yang tinggi, meski Indonesia sudah surplus dan dua tahun ini tidak impor bahkan ekspor dan membantu ke Gaza.

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat dengan harga terjangkau.

Wakil Bupati Karanganyar H. Adhe Eliana, S.E. dalam sambutannya menyampaikan bahwa program pangan murah ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Melalui gerakan pangan murah, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memperoleh beras berkualitas dengan harga terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pangan,” ungkapnya.