Bupati Karanganyar Beserta Jajaran Forkopimida Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional dan Halal Bihalal Bersama Apindo dan Serikat Pekerja

Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, MM, menyerahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (12/05)

Karanganyar – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM dan Wakil Bupati Karangamyar, H. Rober Christanto, S.E, MM, bersama jajaran forkopimda Kabupaten Karanganyar menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional sekaligus Halal Bihalal bersama pelaku ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis, (12/05).

Kepala Dinas Perdagangan Ketenagakerjaan Koperasi dan UKM (DisdagnakerkopUKM) Kabupaten Karanganyar, Martadi, S.Sos, MM, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Peringatan Hari Buruh Internasional dengan Tema Industrial Peace  ini adalah untuk meningkatkan harmonisasi hubungan antara pemerintah daerah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja di Kabupaten Karanganyar.

Dalam kesempannya, Martadi mengungkapkan bahwa dikarenakan peringatan Hari Buruh Internasional bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri  maka kegiatan peringatan ini dilaksaknakan pada tanggal 12 Mei 2022 sekaligus dengan pelaksanaan halal bihalal.

Acara ini dihadiri sebanyak 100 undangan, terdiri dari perwakilan serikat buruh, perwakilan Apindo, serta jajaran pemerintahan.

Selain halal bihalal, dilaksanakan pula penyerahan santunan secara simbolis dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia serta santunan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan. Untuk ahli waris, tidak hanya santunan berupa uang tunai namun juga beasiswa bagi anak yang ditinggalkan hingga jenjang sarjana.

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai pekerja, kita diminta untuk harus selalu berprasangka baik dan bersyukur atas apa yang kita dapatkan.

Bupati juga menyampaikan bahwa setiap undang-undang yang dibuat, memiliki tujuan yang baik. Tidak ada undang-undang yang dibuat untuk menyengsarakan. Tentunya kita harus mendukung kebijakan yang dibuat oleh pemerintah demi kesehahteraan bersama.

Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize berupa sepeda gunung kepada tamu undangan yang beruntung.

Demikian Diskominfo. (Tgr)