Apresiasi Batik Ciprat SMK Jatipuro, Wakil Bupati Harapkan Ada Motif Khas Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto SE MM melihat contoh batik ciprat yang dibuat dari siswa SMKN Jatipuro

 

KARANGANYAR – Kekayaan corak dan ciri khas batik terus mengalami perkembangan. Salah satunya adalah Batik Ciprat yang diperkenalkan oleh SMKN Jatipuro, Kecamatan Jatipuro Karanganyar. Batik ciprat adalah batik yang dibuat dengan corak atau motif dengan cara warna dilemparkan pada kain. Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto SE MM sangat mengapresiasi batik ciprat buatan anak-anak SMKN Jatipuro.

“Saya akui motifnya sangat bagus dan beragam dan masing-masing batik tentu berbeda coraknya. Hanya saja, saya berharap ada ciri khas dari Karanganyar yang muncul di batik tersebut. Bisa burung perkutut, Gunung Lawu atau candi cetho,” papar Rober Christanto saat berkunjung di SMKN Jatipuro, (20/01).

Pimpinan Kebanggaan masyarakat Karanganyar tersebut meminta guru pebimbing dan anak yang mengerjakan untuk terus melakukan evaluasi. Dari segi tampilan berbeda dan menabah khasanah corak perbatikan di nusantara. Sekaligus terus mengadakan inovasi agar batik ini dapat diterima oleh masyarakat luas. “Saya pesan 10 dengan ada motif dari ciri khas Karanganyar. Jika nanti baik, maka tentu akan banyak pesanan,” papar Rober Christanto.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 1 Jatipuro Sri Eka Lelana mengatakan Batik Ciprat ini berawal dari tema pembelajaran Produk Kreatif dan wirausaha. Di mata pelajaran tersebut siswa didorong untuk membuat ide-ide kreatif dan inovasi menghasilkan produk. Salah satu yang tengah dipasarkan adalah batik ciprat. “Hasilnya luar biasa karena motif tidak sama persis dan itulah ciri yang diterima masyarakat. Kami sudah mendapatkan pemesanan lebih dari 300 kain batik ciprat,” papar Sri Eka.

Dia menambahkan di Sekda Wonogiri sudah memesan 150 an batik ciprat. Pihaknya berharap Pemkab Karanganyar juga memesan dan bisa menerima batik ciprat dengan baik. Untuk harga per potong ukuran 2,5 meter harganya Rp 100 ribu dan 3 meter harganya Rp 125 ribu. Hasilnya dari penjualan juga ada yang masuk ke anak-anak sehingga hal ini memicu mereka untuk berkarya. (Adt)