Kunjungi Warga Isolasi Mandiri (Isoman) di Kecamatan Karanganyar, Bupati Drs. H. Juliyatmono, M.M Memberi Susu, Jamu dan Semangat

BERI SEMANGAT ; Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan semangat kepada warga yang tengah isoman dengan memberi susu, dan jamu.


KARANGANYAR – Sejumlah warga yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar dikunjungi Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu untuk memberikan jamu, susu dan semangat dalam menghadapi virus Covid-19, Rabu (21/07). Kunjungan pertama
Bupati Karanganyar didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Sri Suboko dan Camat Karanganyar, Jamil adalah ke rumah Supardi (49) warga Ngloji RT 02 RW 03 Kelurahan Karanganyar. Pada kesempatan tersebut, Supardi menerima kunjungan dari dalam rumah sedangkan Bupati dari teras rumah. Kepada Supardi, Bupati Karanganyar meminta untuk terus semangat dalam menghadapi Covid-19. “Sudah berapa hari isomannya?, ini saya beri jamu dan obat herbal semoga cepat sembuh”, papar Bupati Karaganyar.
Pada kunjungan kedua di rumah Bambang Sutrisno (60), Bupati juga meminta agar bersabar dan terus semangat dalam menjalani isoman.
“Tidak usah terlalu takut namun juga harus tetap makan asupan yang bergizi. Kalau siang, diusahakan untuk ‘dede’ atau berjemur”, pesan Bupati.
Selanjutnya kunjungan ketiga di rumah Rumanto (64) warga Cerbonan, Bupati juga memberikan jamu dan susu. “Berapa orang yang sakit di rumah ini?, saya berharap tetap semangat”, ungkapnya.
Bupati menambahkan, warga yang isoman di Kabupaten Karanganyar cenderung aman dan nyaman. Keadaan ini membantu untuk segera memulihkan kondisi agar segera sembuh dari Covid-19. “Kunjungan hari ini hanya spontan saja. Intinya saya tetap memberikan semangat agar bisa sembuh dari Covid-19,” imbuhnya.
Sementara Rumanto yang kaget dengan kedatangan Bupati, mengucapkan terima kasih. Dia yang sempat tidak memakai baju mendadak memanggil isterinya untuk menemui Bupati Karanganyar. “Terima kasih Bapak, perhatian pada orang kecil luar biasa,” ujarnya.
Meskipun sedang menjalani isoman, Rumanto yang merupakan bapak dari 2 (dua) orang anak tetap dapat bekerja menjalani profesinya sebagai tukang servis mesin cuci di rumah. (hr/adt)