Ki Manteb Sudarsono Meninggal, Bupati Ajak DPRD Karanganyar Berdoa Untuk Sang Maestro Dalang

DPRD Karanganyar menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampiaan tanggapan bupati terhadap pemandangan umum fraksi aras lima rancangan Perda

KARANGANYAR – Maestro Dalang kondang, KI Manteb Sudarsono tutup usia pagi tadi di rumahnya, Doplang, Karangpandan, Karanganyar. Pada kesempatan rapat paripurna DPRD Karanganyar dengan agenda jawaban bupati atas pemandangan umum Fraksi DPRD terhadap 5 Raperda, bupati mengajak wakil rakyat untuk menundukkan kepala berdoa untuk almarhum dalang. Orang nomor satu di Karanganyar itu menyampaikan, perjuangan wayang diakui dunia dan menjadikan tanggal 7 November sebagai hari wayang.

“Mari kita tundukkan kepala sejenak untuk berdoa kepada Almarhum Ki Manteb Sudarsono,” papar Bupati Karanganyar.

Bupati juga mengajak anggota DPRD Karanganyar mengatasi Covid-19 dengan mengambil langkah tegas terkait penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Sepanjang PKL yang buka sore diliburkan dari tanggal 3 sampai 20 Juli dan akan diberikan kompensasi. “Mohon suport dan dukungan PPKM darurat ini dirasakan bersama. Yang tidak perlu pergi, jangan pergi terlebih dahulu,” tambahnya.

Bupati berharap dengan diterbitkannya kebijakan PPKM Darurat mulai tanggal 3 Juli besok, masyarakat dan pemerintah dapat menyeragamkan tindakan dan dapat saling support agar kasus Covid-19 khususnya di Kabupaten Karanganyar dapat ditekan. “Semoga semua bergerak bersama untuk membantu mengatasi penyebaran virus Covid-19. Dan insyaAllah kasus akan mengalami penurunan-penurunan” ujar beliau.(hr/adt/nb)